Sengkarut Proyek Asal Jadi P3TGAI Dusun Jamantri, Ketua P3A Tani Mekar Sebut Tidak Cawe-Cawe Anggaran

Papan informasi proyek P3TGAI BBWS Citarum di Desa Mekarjaya.

KARAWANG-Lagi dan lagi, proyek pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kabupaten Karawang, kembali menuai sorotan.

Seperti, proyek yang dilaksanakan oleh Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tani Mekar di Dusun Jamantri RR 09 RW 03 Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai standar teknis, sehingga memunculkan kekhawatiran akan ketahanannya.

Bacaan Lainnya

Proyek senilai Rp195.000.000., yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 melalui BBWS Citarum, ditemukan memiliki berbagai kekurangan.

Hasil penelusuran delik.co.id di lapangan, proses pengerjaan pondasi batu kali hanya ditancapkan di area berlumpur yang masih tergenang air, tanpa penggalian memadai, hanya dilakukan dengan memapras tanah galengan sawah.

Proses pengerjaan pun dilakukan tanpa alat pendukung seperti kisdam.

Tak hanya itu, beberapa bagian struktur bangunan yang baru selesai juga tampak miring, bahkan tidak timbulnya nat batu kali, termasuk pondasi yang mulai amblas.

Seorang pekerja proyek, yang enggan disebutkan namanya, mengakui adanya asal jadi dalam proses pengerjaan.

“Saya akui memang bangunan ini sedikit miring, karena tanah bekas pengerukan alat beko. Kalau soal Ketua P3A, Ramil, tidak banyak berperan dalam proyek ini. Yang lebih aktif adalah Kusnadi (Madi), tapi sekarang mah langsung ke yang punya matrial,” ujar pekerja pada Selasa. (10/12/2024).

Menurut informasi yang dihimpun, Ketua P3A Tani Mekar, Ramil, membantah keterlibatannya dalam pengelolaan anggaran proyek.

Saat ditemui di kediamannya, ia membenarkannya kabar itu.

“Benar, saya adalah Ketua P3A Tani Mekar, tetapi saya tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana proyek. Semua kebutuhan proyek saya serahkan kepada Kusnadi (Madi) selaku Ketua P3A Mekar Abadi,” ujar Ramil.

Ramil mengaku enggan terlibat dalam pengelolaan uang proyek karena khawatir akan risiko takut terpakai.

“Saya takut kalau terjadi masalah. Jadi, semuanya saya pasrahkan kepada Kusnadi,” ujarnya.

Ironisnya, bendahara dan sekretaris proyek ini diketahui adalah anak dan menantu Ramil sendiri.

Ketika disinggung, apakah kepala desa ada permintaan dari anggaran tersebut, Ramil mengungkapkan, kalau kades tidak meminta, hanya Madi pernah bilang waktu di kantor desa kalau kades ingin kasbon.

“Pak Kades nih mau kasbon dulu mah, tapi di kasih, cuma gak tahu berapa nominal uang kasbonnya, kita mah gak tahu-menahu, dan kita mah gak rewel dan gak neko-neko, yang penting bersama sama bekerja baik dan kita mah selaku Ketua P3A Tani Mekar cuma kontrol pekerjaan aja kalau ada kekurangan,” dalihnya.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan proyek P3TGAI di Mekarjaya. Hingga berita ini dilayangkan, agar pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan untuk menindaklanjuti dugaan penyelewengan anggaran. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *