KARAWANG-Tari Jaipong kembali menunjukkan pesonanya sebagai salah satu kekayaan seni budaya Jawa Barat, khususnya di Karawang. Gerakan yang dinamis, ekspresif, sekaligus penuh karakter membuat kesenian tradisional ini tetap menarik perhatian generasi muda.
Salah satunya ditunjukkan oleh Mutiara Fazrina Somantri (12) , siswi SMPN 1 Rengasdengklok, yang tampil membawakan Tari Jaipong dengan gerakan gemulai dan penuh penghayatan dalam event Specta 3rd Anniversary NHRI, Sabtu (26/9/2026).
Di atas panggung, Mutiara terlihat mampu memadukan keluwesan gerak, ekspresi wajah, serta irama musik pengiring. Setiap gerakan yang dibawakan memberikan warna tersendiri sehingga penampilannya terlihat semakin memesona.
Mutiara menceritakam awal ketertarikan dirinya dengan tari Jaipong berawal ketika ia melihat ada penampilan tari Jaipong saat ada kenaikan kelas V di SD-nya (MI Roudhotul Falah Dusun Tangkil Desa Kutaampel Kecamatan Batujaya).
“Kebetulan kakak saya ada kenalan guru tari, dari situ saya mulai latihan tari Jaipong di Sanggar Saung Beureum Rengasdengklok,” kata Mutiara ketika diwawancarai dengan didampingi ibunya.
Berkat kelincahan tarinya, putri H. Muhtar Somantri ini lalu ‘berkesempatan berpetualang’ ke sejumlah daerah, di antaranya Bandung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Bekasi.
“Kalau ada undangan perlombaan biasanya melalui Sanggar Tari Saung Beureum yang merekomendasikannya,” ucapnya.
Menurut Mutiara, tari Jaipong bukan tarian sulit untuk dipelajari meski tidak juga mudah. Namun ada satu lagu yang tarian Jaipongnya tidak boleh dikreasikan atau diimprovisasikan, yakni Daun Pulus Keres Bojong.
“Tari Daun Pulus enggak bisa dirubah, tariannya harus sama dengan penari awalnya. Kalau lagu lain masih bisa kreasi dan improvisasi yang diajarkan oleh guru sanggarnya,” ungkapnya.
Mutiara mengaku sangat senang mempelajari tari Jaipong dan ia bercita-cita bisa menjadi penari Jaipong yang hebat.
“Alhamdulillah kedua orangtua selalu mendukung dan menemani kemana saja kalau ada lomba tari atau event,” tutupnya. (red).





