KARAWANG-PT. Hayashi sejak didirikan pada tahun 2018 memang dikonsentrasikan untuk fokus di dunia pelatihan berbasis kompetensi. Berbagai pelatihan kompetensi yang sudah dilakukan baik secara mandiri maupun melalui kerjasama dengan perusahaan manufaktur telah banyak meluluskan pesertanya dan diserap oleh perusahaan skala kecil, menengah, hingga perusahaan besar di beberapa tempat. Seperti contohnya juru las dasar berteknologi MIG (Metal Inner Gass), operator dan programmer CNC.
Direktur PT Hayashi, Ade Hasan, mengatakan, pada tahun 2020 pada masa Covid-19, PT Hayashi bekerjasama dengan salah satu ormas Islam di Karawang menyelenggarakan pelatihan wirausaha grafika yang dimulai dari pelatihan kompetensi perancangan gambar hingga analisa bisnis usaha jasa digital printing.
“Pelatihan tersebut bertujuan untuk mencetak wirausaha baru di bidang usaha percetakan yang dikolaborasikan dengan perusahaan percetakan yang sudah mapan sebagai perusahaan induknya. Kegiatan ini selain memberikan keuntungan bagi peserta juga dapat dirasakan membantu perusahaan induknya karena terbentuknya kemitraan,” ujarnya kepada delik.co.id, Sabtu (28/12/2024).
Kemudian pada tahun 2021, lanjut Ade, PT Hayashi mulai merambah ke bidang diklat profesi yang orientasinya untuk persiapan sertifikasi LSP-BNSP. Kelas diklat pertama dibuka pada November 2021 dengan skema Instruktur metodologi pelatihan, lalu sertifikasinya diselenggarakan pada Desember 2021 melalui kerjasama dengan salah satu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan jejaring bisnis PT Hayashi.
“Kesuksesan kelas perdana ini menambah keyakinan para pengurus di PT Hayashi untuk terus mengembangkan pelayanannya di dunia pelatihan untuk para pelatih,” ucapnya.
Rangkaian Giat Asesmen PT Hayashi
Memasuki tahun 2022, permintaan Kelas Diklat Profesi terus bertambah, bukan hanya dari Karawang, tetapi diikuti oleh peserta dari luar daerah. Pada tahun 2022 ini peserta kelas diklat dibuka dua angkatan, yang masing-masing angkatannya berjumlah 40 peserta asesi dari berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Asesmen Angkatan pertama pada 22 Agustus 2022 berjumlah 40 yang peserta asesi 50 persennya berasal dari luar daerah seperti Tanggerang, Bogor, Cianjur, Semarang, Garut, Bandung, dan sumedang.
Asesmen Angkatan Kedua dibuka pada 2 Oktober 2022 berjumlah 40 asesi juga diminati oleh banyak tenaga kepelatihan dari luar Karawang.
Tahun 2023, Kegiatan Diklat dan Sertifikasi Profesi hanya dibuka 1 angkatan dengan jumlah 30 peserta diklat dan asesmen skema tenaga kepelatihan pada 8 Juli 2023.
Kemudian pada 2023 ada kelas korporat juga sebanyak 12 orang dari perusahaan Konsultan Pelatihan Bidang Lingkungan Hidup, Benefita grup dari Jakarta.
Selain peserta dari Praktisi Lembaga Pelatihan Kerja dan Unit Pelatihan Kerja Perusahaan, PT Hayashi juga mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Diklat Instruktur Metodologi pelatihan bagi grup asesi dari perusahaan jasa konsultan lingkungan hidup. Dalam kegiatan ini Group Benefita Environment Consultant mengirimkan 12 asesi pada skema metodologi pelatihan (KKNI) Level 4.
“Tahun 2024, kegiatan Diklat dan Sertifikasi Profesi dibuka tiga angkatan. Angkatan pertama pada 22 Juni berjumah 50 asesi, angkatan kedua pada 23 November berjumlah 21 asesi dan angkatan ketiga pada 21 Desember berjumlah 30 asesi dengan skema kompetensi Manajer Lembaga Pelatihan, Okupasi Instruktur, Instruktur Metodologi Pelatihan Level 3 dan Level 5,” paparnya.
Ade menambahkan, menyambut tahun 2025 PT Hayashi akan membuka Kelas Diklat Profesi Pengelola Desa Wisata dengan merujuk pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 86 Tahun 2024 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi Golongan Pokok Aktivitas Olahraga dan Rekreasi Lainnya, dan Bidang Pengelola Desa Wisata.
“Program Diklat ini akan segera di-launching di Bandung bersama dengan para penggiat Desa Wisata wilayah Priangan. Semoga program ini dapat membantu kemajuan bagi desa-desa wisata khususnya di Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi para instruktur metodologi dan praktisi desa Wwsata Unesco yang tergabung dalam wadah Ikatan Instuktur Indonesia yang digawangi PT Hayashi. Untuk kegiatan asesmen dan sertifikasinya berkolaborasi dengan LSP Kepariwisataan yang merupakan jejaring usaha PT Hayashi,” tutupnya. (red).





