KARAWANG-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang menyambut kunjungan studi banding tim Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, ke Forum Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Pangkal Perjuangan Karawang (PAKAR), Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Forum UPJA Pangkal Perjuangan, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, turut dihadiri Kepala DPKP Karawang Rohman, jajaran pengurus UPJA dari berbagai kecamatan, serta rombongan BRMP Mektan Sambas yang didampingi dosen dan tenaga teknis dari Politeknik Negeri Sambas.
Kunjungan tersebut bertujuan memperdalam wawasan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan mekanisasi pertanian, tata kelola UPJA, serta penerapan teknologi modern dalam meningkatkan produktivitas petani.
Dalam sambutannya, Kepala DPKP Karawang Rohman menyampaikan bahwa sektor pertanian di Karawang terus berupaya bersinergi dengan sektor industri, mengingat dari total 101 ribu hektare lahan di wilayahnya, sekitar 87 ribu hektare atau 87 persen merupakan lahan pertanian.
“Tahun ini Karawang menargetkan produksi gabah kering giling mencapai 1,4 juta ton. Berdasarkan laporan sementara, capaian tersebut sudah mendekati target, dan kami optimistis dapat tercapai sepenuhnya,” ujar Rohman.
Lebih lanjut, Rohman menegaskan pentingnya peran UPJA dalam membantu petani mengatasi keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan), terutama di wilayah utara Karawang yang masih kekurangan traktor.
“Dengan adanya UPJA, kebutuhan alsintan petani dapat lebih terkoordinasi. Kami juga berharap BRMP Mektan dapat mendukung peningkatan bantuan alsintan untuk memperkuat swasembada ketahanan pangan,” katanya.
Rohman menambahkan, soal program asuransi usaha tani padi (AUTP). Menurutnya, meskipun ketersediaan pupuk di Karawang relatif aman, petani tetap membutuhkan perlindungan dari risiko gagal panen.
“Pada tahun 2024 sekitar 60 hektare lahan masih difasilitasi AUTP. Namun pada 2025, dari Kementerian Pertanian tidak ada lagi bantuan 80 persen tersebut. Tahun ini hanya sekitar 12 ribu hektare yang ter-cover. Insya Allah November nanti kami akan bekerja sama kembali dengan Jasindo,” jelasnya.
Sementara itu, Dara, perwakilan tim BRMP Mektan Sambas Kalbar, mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan pengoperasian dan perawatan alsintan yang juga melibatkan Politeknik Negeri Sambas.
“Kami ingin belajar bagaimana pengelolaan UPJA di Karawang bisa berjalan optimal dan berkelanjutan. Harapannya, pengalaman ini dapat kami terapkan di Sambas untuk mengembangkan pusat pelatihan dan layanan alsintan di daerah kami,” ungkap Dara.
Kegiatan studi banding ditutup dengan sesi diskusi, peninjauan lapangan, dan foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar-UPJA lintas daerah guna memperkuat mekanisasi pertanian nasional. (man/red).





