Geram Namanya Dicatut Soal Pengadaan Figura, Kadisdikpora Angkat Bicara

H. Asep Junaedi, M.Pd.
Kadisdikpora Karawang, H. Asep Junaedi.

KARAWANG-Kadisdikpora Kabupaten Karawang, H. Asep Junaedi, merasa geram lantaran dirinya dicatut dalam pengadaan figura Bupati dan Wakil Bupati Karawang ke sekolah-sekolah yang jadi sorotan publik Karawang.

Dirinya pun diseret-serat dalam dugaan surat resmi Disdikpora, sehingga membuatnya angkat bicara.

Bacaan Lainnya

“Jika merasa dirugikan, silahkan Pemborong membuat laporan ke pihak berwenang,” tegasnya, Rabu (2/3/2022).

Ia pun menjelaskan, setiap pekerjaan dinas itu tentu bermodalkan SPK dan setiap kegiatan Disdikpora yang sifatnya proyek pasti tercantum dalam perencanaan. Bahkan, pembelanjaan sekolah juga jelas tercantum dalam RKAS melalui Siplah.

“Disdikpora sama sekali tidak menginput dalam rencana umum terkait pengadaan pigura tersebut,” terangnya.

Kaitan sekolah seperti diungkap pemborong yang akan membayar dengan mencatut nama Ade Wibawa, Asep mempersilahkan untuk melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan, maksudnya bagaimana dengan Ade Wibawa.

“Ketika memang sekolah tidak pesan, mereka (penyedia.Red) kirim pigura, siapa yang harus bertanggungjawab atau disalahkan? Tidak ada yang salah. Bahkan sebenarnya pihak sekolah itu sudah membayarkan, tetapi mungkin belum sampai,” jelasnya.

Asep menambahkan, dalam persoalan ini pihak penyedia seolah-olah mencatut kegiatan dari Disdik dalam menjual programnya, padahal tidak ada dalam perencanaan Disdik. Terlebih biasanya sekolah menyediakan secara mandiri soal figura simbol pemerintahan.

“Jadi selama Disdik tidak membuat program tersebut, saya tidak akan membuat laporan. Tetapi jika memang Pemborong merasa dirugikan, silahkan membuat laporan, saya siap menjelaskan sebagai saksi,” ungkapnya.

Menurutnya, nanti pun bakal ketauan soal pemalsuan tandatangan dalam surat yang diduga resmi Disdik. Padahal ia memastikan jika tidak pernah membubuhi tandatangan dalam surat tersebut.

“Walaupun misalnya, itu tandatangan saya benar. Berarti siapa yang memasukkan ke meja saya. Mungkin saja ada orang yang masukan ke meja saya, kan numpuk, ku saya digabred, tetapi tentu ada arsipnya,” paparnya.

Sambung masih Asep menambahan, tetapi kalau melihat dari posisi dan bentuk tandatangannya, ia dapat pastikan bahwa itu bukan tandatangannya.

“Saya tidak pernah bertandatangan seperti itu. Penulisan gelar pada namanya saja salah, kalau salah tidak mungkin saya tandatangani,” pungkasnya. (red).

Sumber : Infoka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *