KARAWANG-Besarnya anggaran sarana dan prasarana (sarpras) tahun 2025 di SMPN 2 Tirtajaya menuai sorotan publik. Sejumlah warga dan pemerhati pendidikan mempertanyakan secara terbuka penggunaan dana tersebut yang dinilai sangat fantastis.
“Anggarannya besar, tapi kami ingin tahu dipakai untuk apa saja secara rinci,” ujar Anwar Buluk selaku Panglima Gibas Sektor Tirtajaya , Senin (13/4/2026).
Sorotan ini mencuat di tengah tuntutan transparansi pengelolaan anggaran pendidikan. Masyarakat menilai, setiap penggunaan dana publik seharusnya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan.
“Kalau memang digunakan untuk pembangunan atau pengadaan fasilitas, harus dijelaskan itemnya apa saja. Jangan sampai publik hanya melihat angka besar tanpa penjelasan,” lanjutnya.
Beberapa pihak juga meminta pihak sekolah untuk segera memberikan klarifikasi agar tidak berkembang menjadi opini negatif di tengah masyarakat.
“Transparansi itu penting. Supaya tidak ada prasangka dan semuanya jelas,apalagi sudah terlihat faktanya beberapa plafon atap kelas serta jendela kelas di biarkan rusak,” tambahnya.
Sementara Kepsek SMPN 2 Tirtajaya Eti Karsiti Spd. saat di kompirmasi melalui sambungan telepon celuler serta di chat lewat aplikasi whatsapp tidak ada respon apapun memilih tidak angkat telepon dan tidak menjawab chat whatsapp dari media.
Berdasarkan informasi yang beredar, anggaran sarana dan prasarana tahun 2025 di SMPN 2 Tirtajaya terbagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar Rp57.929.800 tahap 2 sebesar Rp89.451.200 total keseluruhan mencapai lebih dari Rp147.381.000
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMPN 2 Tirtajaya belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan anggaran sarana dan prasarana tahun 2025.
Masyarakat berharap adanya keterbukaan dari pihak sekolah terkait perencanaan hingga realisasi anggaran, sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. (sep/red).





