Normalisasi Saluran Air Ciptamarga Tersendat, Ekskavator Digunakan Dua Hari Alami Kerusakan

Ekskavator alami kerusakan, normalisasi saluran air Ciptamarga terkendala.

KARAWANG-Upaya normalisasi saluran air menuju areal persawahan di Desa Ciptamarga Kecamatan Jayakerta, kembali menghadapi kendala.

Ekskavator yang digunakan untuk pengerukan saluran dilaporkan mengalami gangguan setelah baru sekitar dua hari beroperasi.

Kerusakan alat berat tersebut membuat pekerjaan normalisasi untuk sementara terhenti. Padahal, berdasarkan informasi di lapangan, progres pengerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 40 persen.

Normalisasi saluran tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu memperlancar aliran air menuju areal persawahan warga yang hingga kini masih terdampak kekeringan.

Ekskavator berukuran kecil yang digunakan dalam pekerjaan itu merupakan alat bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang untuk mendukung kegiatan normalisasi saluran air di wilayah Desa Ciptamarga.

Operator excavator, Kuncir, membenarkan bahwa alat tersebut mengalami kerusakan. Menurutnya, gangguan terjadi pada bagian kabel stik arm sehingga excavator beberapa kali mati saat digunakan.

“Iya, excavator sering mati karena kabel stik bagian arm jebol dan harus diganti. Untuk sementara alat harus dibawa ke bengkel terlebih dahulu,” ujar Kuncir saat ditemui, Sabtu (26/9/2026).

Kuncir menjelaskan, setelah proses perbaikan selesai, excavator diharapkan dapat kembali digunakan untuk melanjutkan pengerukan saluran air.

Namun, apabila perbaikan membutuhkan waktu cukup lama, ia menyarankan agar pemerintah desa segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendapatkan alat pengganti.

“Kalau servisnya lama, sebaiknya didorong ke dinas terkait agar dikirim excavator yang lebih baik dan kondisinya bagus, supaya proses normalisasi bisa berjalan lancar sampai tuntas,” katanya.

Terhentinya pekerjaan akibat kerusakan ekskavator menjadi perhatian para petani. Sebab, normalisasi saluran tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki aliran air menuju lahan pertanian warga yang masih mengalami kekurangan air.

Heri Novian, salah seorang petani, sekaligus anggota Gapoktan Ciptamarga berharap pemerintah dan dinas terkait tidak membiarkan pekerjaan normalisasi terhenti terlalu lama.

Menurutnya, apabila excavator yang mengalami kerusakan belum dapat segera diperbaiki, pemerintah diharapkan dapat segera mendatangkan alat pengganti agar pengerjaan tetap berjalan.

“Kami berharap normalisasi segera dilanjutkan. Kalau alatnya rusak, sebaiknya diganti dengan excavator yang lebih bagus, karena kami sebagai petani sangat membutuhkan air untuk mengairi persawahan,” keluh Heri.

Ia juga berharap pengerjaan normalisasi dapat dilanjutkan hingga seluruh bagian saluran yang menjadi sasaran penanganan selesai dikerjakan.

Para petani menilai keberadaan alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengerukan saluran, terlebih kondisi persawahan di wilayah tersebut masih menghadapi persoalan kekurangan air.

Sementara itu, Kepala DPKP Kabupaten Karawang, Rohman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kerusakan ekskavator, progres normalisasi yang baru berjalan sekitar dua hari dengan capaian sekitar 40 persen, serta kemungkinan adanya alat pengganti, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan lebih lanjut. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *