Diberi PHP dan Cuma Omon-Omon, Reseller dan Nasabah Paketan Lebaran Telan Pil Pahit

Reseller dan nasabah kembali datangi kantor Desa Ciptamarga, tapi hasilnya nihil.

KARAWANG-Dijanjikan ada kabar baik pada Sabtu (29/3/2025), puluhan reseller dan nasabah tabungan paketan Lebaran kembali mendatangi Kantor Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mendengar perkembangan terbaru terkait distribusi paket Lebaran yang hingga H-2 Idulfitri 1446 H belum juga diterima.

Bacaan Lainnya

Pada pertemuan sebelumnya, Kamis (27/03/2025), Kepala Desa Ciptamarga, Muslihat, telah melakukan mediasi dengan pihak keluarga YB, yang merupakan pemilik usaha tabungan paket lebaran. Namun, hingga pertemuan kedua ini, belum ada kepastian terkait distribusi paket atau pengembalian dana.

Ternyata mereka hanya diberi PHP (pemberi harapan palsu) dan omon-omon, sehingga mereka terpaksa harus telan pil pahit.

Menurut Kepala Desa Ciptamarga, Muslihat, orang tua YB menyatakan kesanggupan mengembalikan uang sebesar Rp70 juta kepada reseller dan nasabah. Namun, pihak YL dan YB sendiri belum mengambil langkah konkret dan malah menyerahkan urusan ini kepada kuasa hukum.

“Kami hanya menjembatani agar masalah ini bisa selesai. Pihak keluarga orang tua YB baru menyanggupi pengembalian Rp70 juta, itu pun masih menunggu kepastian lebih lanjut,” ujar Muslihat kepada para reseller dan nasabah.

Pernyataan tersebut memicu kekecewaan dari para reseller dan nasabah yang merasa penyelesaian masih tidak jelas. La’in, salah satu perwakilan reseller, mempertanyakan bagaimana pembagian dana Rp70 juta itu bisa mencukupi seluruh nasabah yang telah menyetorkan uang mereka.

“Kalau hanya Rp70 juta, bagaimana cara membaginya kepada semua nasabah yang terdata di masing-masing reseller. Kami ingin kepastian, dan kami meminta agar YB dan YL selaku owner dihadirkan langsung,” tegas La’in dengan nada kecewa.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya ada telpon kepada menantunya selaku reseller bahwa dari pihak YL istrinya YB akan menyerahkan sembako yang masih tersisa di rumah mereka ke kantor desa, bahkan permasalahan ini sudah dipasrahkan kepada kuasa hukumnya dan kepala desa tetapi hingga kini belum ada realisasinya.

Hingga musyawarah kedua ini, belum ada titik terang terkait penyelesaian masalah tersebut. Kepala Desa Ciptamarga akan kembali mengupayakan musyawarah dengan pihak owner dan memastikan YB dan YL hadir dalam pertemuan selanjutnya. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *