KARAWANG-Janji ketegasan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Aries Purwanto, kini tengah diuji, setelah sebelumnya memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada kontraktor proyek sabuk pantai Muara Pakisjaya CV Mazel Arnawama Indonesia (MAI).
Aires bahkan mengancam akan memutus kontrak apabila progres fisik proyek tidak menunjukkan peningkatan signifikan dalam satu pekan ke depan.
“Kita pantau selama satu minggu ke depan. Kalau progresnya masih minus 10 persen, kemungkinan besar akan kita putus kontraknya,” tegas Aries, pejabat Bidang SDA DPUPR Karawang. Ucapnya pada Kamis (30/10/2025) lalu.
Namun, berdasarkan pantauan langsung delik.co.id di lokasi, pelaksanaan proyek sabuk pantai atau penahan abrasi di wilayah Muara Pakisjaya hingga kini masih terkesan lamban. Pekerjaan masih baru sebatas pengepokan batu belah, belum menyentuh tahap pekerjaan inti.
Selain itu, di lokasi juga belum tampak keberadaan alat berat seperti excavator (beko). Proses pengepokan masih dilakukan secara manual menggunakan getek (perahu sederhana).
Diketahui dari papan informasi proyek di lokasi menyebutkan kegiatan bertajuk Pengelolaan SDA dan Bangunan Pengaman pada Wilayah Sungai (WIS) dalam Satu Daerah Kabupaten untuk pekerjaan pembangunan penahan abrasi Muara Pakisjaya.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp903.480.500, bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025, dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender dan dikerjakan oleh CV Mazel Arnawama Indonesia (MAI).
Sementara itu, Perangkat Desa Pakisjaya yang juga ditugaskan sebagai mitra pengawas proyek, Empud, mengklaim progres pekerjaan baru mencapai sekitar 20 persen.
“Pekerjaan masih tahap pengepokan dan pemecahan batu belah di area pantai sisiran. Untuk pembayaran material batu belah baru dibayar separuhnya,” ungkap Empud.
Ia juga menuturkan, bahwa pelaksana lapangan proyek, Yana, saat ini informasinya sedang berada di Kantor Dinas PUPR Karawang bersama Heris, selaku pihak yang juga terlibat dalam pelaksana proyek tersebut.
Empud juga mengungkapkan, selama proyek berlangsung belum ada pengawas yang datang ke lokasi.
“Sementara pengawas atau konsultan proyek sejauh ini belum pernah datang ke lokasi. Padahal saya berharap pihak pengawas dari dinas bisa turun langsung agar tahu kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan dalam proyek tersebut lebih karena rasa tanggung jawab sosial terhadap warga yang ikut bekerja namun belum menerima pembayaran.
“Saya mendapat mandat dari pak Ridwan untuk membantu mengawasi proyek ini di wilayah Desa Pakisjaya, sebenarnya saya tidak berkecimpung didalam proyek tapi karena teman-teman pekerja dan ngesub material belum dibayar, akhirnya saya bantu komunikasi Alhamdulillah, hari ini sudah ada pembayaran material, meski baru separuhnya,” tandasnya.
Terpisah, Kabid Aries ketika diminta penjelasan proyek sabuk pantai Pakisjaya kembali menjanjikan bila proyek tersebut akan selesai sesuai waktunya.
“InsyaAllah on progress dan bisa selesai sesuai waktu,” ujarnya kemarin.
Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut berapa presentase progresnya, Aries enggan menanggapi. (man/red).





