KARAWANG-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si, MM, menyampaikan dukungan sekaligus catatan penting terkait imbauan pemerintah daerah agar petani menerapkan pola tanam IP-300 atau penanaman padi tiga kali dalam setahun. Pernyataan ini ia sampaikan di sela-sela kegiatan reses di Desa Lemah Mulya, Kecamatan Majalaya, beberapa hari yang lalu.
Ia menegaskan bahwa secara konsep, peningkatan produksi padi melalui IP-300 sangat sesuai dengan situasi saat ini. Kebutuhan beras terus meningkat, baik untuk konsumsi masyarakat maupun untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Meningkatkan produksi padi melalui pola tanam tiga kali setahun sangat tepat. Pemerintah pun sudah menaikkan harga pembelian gabah, ini logis menguntungkan petani dan bisa menggerakkan ekonomi daerah,” ujar politisi senior PKS ini.
Namun Ia mengingatkan bahwa keberhasilan IP-300 tidak bisa dilepas tanpa dukungan anggaran dan pembenahan infrastruktur pertanian, terutama irigasi.
H. Budiwanto turut menyoroti kondisi irigasi di banyak wilayah Jawa Barat yang belum memadai. Mulai dari kualitas bangunan irigasi, saluran tersier yang menyempit, hingga manajemen air yang tidak berjalan efektif.
“Ketika petani butuh air untuk tanam, air sering kali menyusut. Tapi saat menjelang panen, air malah melimpah. Hal-hal seperti ini membuat petani kesulitan menerapkan pola tanam tiga kali setahun,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan lain yang harus segera diatasi adalah kejenuhan tanah akibat penggunaan pupuk kimia berkepanjangan, serta tingginya gangguan. (red).





