KARAWANG-Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., menyampaikan pidato akademik yang sarat pesan tentang tantangan masa depan dalam Sidang Wisuda Universitas Buana Perjuangan Karawang yang digelar di Resinda Hotel Karawang, Selasa (28/07/2026)
Mengusung tema “Navigasi Lulusan di Era Disrupsi : Mengintegrasikan Etika Bangsa, Resiliensi Ekonomi dan Akar Budaya Perjuangan,” ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi, integritas, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya dan kebangsaan.
Rektor mengatakan, dunia kerja saat ini sedang mengalami transformasi besar akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi digital.
Mengacu pada Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), diperkirakan hingga tahun 2030 sekitar 92 juta pekerjaan akan tergeser oleh transformasi teknologi.
Namun, pada saat yang sama akan lahir sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru, sehingga tercipta pertumbuhan bersih sekitar 78 juta peluang kerja di tingkat global.
“Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para lulusan perguruan tinggi. Ilmu yang diperoleh selama masa kuliah harus menjadi fondasi untuk terus belajar, berpikir kritis, berinovasi, serta mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi atau technopreneurship,” ujar Rektor.
Ia menekankan, kecanggihan teknologi tidak akan berarti tanpa integritas. Lulusan UBP Karawang diharapkan mampu menjunjung tinggi kejujuran, taat terhadap hukum, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat ketika terjun ke masyarakat maupun dunia profesional.
Selain penguasaan teknologi, Rektor juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya. Nilai-nilai kearifan lokal Sunda seperti Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial, kepemimpinan, serta semangat saling berbagi ilmu, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam pidatonya, Rektor menitipkan tiga pesan utama kepada para wisudawan. Pertama, menjadi pribadi yang resilien, yakni mampu bangkit dari kegagalan, adaptif terhadap perubahan, dan terus belajar sepanjang hayat.
Kedua, selalu menjunjung tinggi integritas sebagai modal utama dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Ketiga, membangun semangat kolaborasi, karena tantangan zaman dinilai terlalu besar untuk dihadapi seorang diri.
Di hadapan para wisudawan, orang tua, dan tamu undangan, Rektor juga membacakan syair yang berisi pesan agar para lulusan menjadi insan cendekia yang membawa manfaat bagi masyarakat serta mampu mengukir masa depan dengan ilmu, etika, dan semangat pengabdian.
Menutup pidato akademiknya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan wali mahasiswa atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Universitas Buana Perjuangan Karawang dalam mendidik putra-putrinya.
Ia menyatakan bahwa kampus dengan bangga mengembalikan para lulusan kepada keluarga sebagai insan intelektual yang siap berkontribusi bagi pembangunan keluarga, bangsa, dan negara.
Suasana wisuda ditutup dengan pantun-pantun yang disampaikan Rektor dan disambut tepuk tangan para wisudawan beserta keluarga, menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus dimulainya pengabdian para lulusan di tengah masyarakat. (gun/red).





