50 Peserta Ikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah Perempuan, Kemenag Apresiasi MUI Karawang

Kepala Kantor Kemenag Karawang H. Sopian (tengah) hadiri kegiatan pelatihan Pemulasaran Jenazah Perempuan yang digelar MUI Karawang.

KARAWANG-Ketersediaan tenaga pemulasaraan jenazah perempuan yang memahami tata cara sesuai syariat Islam menjadi kebutuhan penting di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat pelayanan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, Jawa Barat mendukung pelatihan kader pemulasaraan jenazah perempuan yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang.

Bacaan Lainnya

Pelatihan bertema ‘Amanah Mulia, Memuliakan Jenazah Perempuan Sesuai Syariat Islam’ tersebut berlangsung di Aula MUI Kabupaten Karawang, Kamis (5/11/2026) dengan diikuti 50 peserta.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menangani pemulasaraan jenazah perempuan, mulai dari memenuhi ketentuan agama hingga memberikan pelayanan yang baik kepada keluarga yang sedang berduka.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, Dr. H. Sopian, S.Pd.I, M.Si., mengapresiasi inisiatif MUI yang dinilai turut menjawab kebutuhan pelayanan keagamaan di masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan pelaksanaan kewajiban fardu kifayah.

Menurutnya, pemulasaraan jenazah tidak boleh kehilangan kader penerus. Masyarakat perlu memiliki tenaga yang memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam sehingga kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Jangan sampai kewajiban fardu kifayah ini kehilangan penerus. Kita harus menyiapkan kader-kader yang mampu melaksanakan pemulasaraan jenazah dengan baik, penuh tanggung jawab, dan sesuai syariat Islam,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemampuan masyarakat dalam memberikan pelayanan pemulasaraan jenazah perlu terus diperkuat. Terlebih, penanganan jenazah perempuan membutuhkan petugas perempuan yang memiliki pemahaman dan keterampilan sesuai ketentuan agama.

Diakuinya, Kemenag Karawang telah melakukan pembinaan dan pelatihan pemulasaraan jenazah melalui penyuluh agama serta amil di sejumlah kecamatan. Kolaborasi dengan MUI diharapkan memperluas jangkauan pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

H. Sopian berharap, pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi pembinaan yang mampu melahirkan kader-kader siap mengabdi. Dengan demikian, masyarakat memiliki tenaga yang dapat diandalkan ketika membutuhkan pelayanan pemulasaraan jenazah perempuan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Karawang, Ketua Dewan Pembina MUI Karawang, Ketua Badan Koordinasi Majelis Ulama (BKMM), Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Umaro (FKUB) Karawang, Ketua BWI Karawang, Ketua GOW, serta Kasi Bimas Islam Kemenag Karawang yang mendampingi Kepala Kantor Kemenag.

Sinergi Kemenag dan MUI ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus memastikan pelayanan fardu kifayah tetap berjalan. Kehadiran kader pemulasaraan jenazah perempuan yang terampil dan memahami syariat menjadi bagian penting dalam memberikan penghormatan terakhir kepada sesama muslim secara layak dan bertanggung jawab. (rls/red).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *