Kapolres mediasi para kadus RW dan RT agar membubarkan warga.

KARAWANG-Ribuan massa yang tergabung dari Karang Taruna Rajawali Sukaluyu, PPLS, Bumdes Sukaluyu, Karang Taruna Kecamatan Teluk Jambe Timur, perwakilan Karang Taruna Kabupaten, LSM GMBI, Banaspati,
turut ikut melakukan aksi damai yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Sukaluyu, Rabu (6/10/2021).

Bergabungnya beberapa elemen masyarakat dan LSM ini sebagai aksi balasan dan solidaritas serta dukungan penuh terhadap aksi demo ke PT Aichikiki Autopart Indonesia (PT AAI) kemarin yang berujung adanya kekerasan fisik kepada warga Desa Sukaluyu oleh orang tak dikenal.

Aksi damai yang dilakukan oleh Karang Taruna Rajawali, PPLS , BUMDes serta warga masyarakat Desa Sukaluyu pada Senin (4/10/2021) dikotori oleh aksi penghadangan dan penyerangan puluhan orang tak dikenal di pintu masuk Kawasan KIIC yang diduga adalah preman bayaran pengusaha Limbah yang tidak ingin berbagi pengolahan limbah PT AAI yang memang seharusnya dikelola oleh pemerintahan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) khususnya Desa Sukaluyu.

Baca juga : Dugaan ‘Papah Mamah Minta Saham’ Dalam Aksi Demo ke PT AAI Dibantah Keras RT Entis

Perwakilan warga Desa Sukaluyu Sedang mediaasi di PT Achikiki

H Oma Miharja selaku Warga Desa Sukaluyu meminta agar warga masyarakat dan beberapa elemen unsur kemasyarakatan yang mendukung perjuangan warga Desa Sukaluyu mengimbau agar bisa menahan diri serta mengikuti aturan yang telah dikatakan oleh Kapolres Karawang.

“Saya selaku warga masyarakat Desa Sukaluyu mengimbau agar bisa menahan diri dan mantaati aturan, kita hari ini dilarang untuk melakukan aksi akan tetapi kami telah mengirim 20 orang perwakilan ke PT AAI untuk bermediasi,” ujar H Oma Miharja.

Ia berharap aksi ini bisa menghasilkan manfaat bagi warga Desa Sukaluyu.

“Semoga saja perjuangan warga masyarakat Desa Sukaluyu membuahkan hasil yang baik untuk kemajuan dan kemakmuran seluruh warga masyarakat Desa Sukaluyu Teluk Jambe Timur,” pungkasnya.

Massa dalam aksi damai yang dilakukan di Ruko Sentraland Perumnas Teluk Jambe ini, massa berangsur membubarkan diri setelah mendapatkan instruksi dari Kapolres Karawang AKBP Aldy Subartono. (red).