BOGOR-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menilai pengembangan kawasan wisata EIGER Nature di Kabupaten Bogor memiliki nilai strategis apabila mampu menjalankan tiga fungsi secara seimbang, yakni konservasi, keberlanjutan ekologi, dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Menurutnya, kawasan wisata berbasis alam tidak cukup hanya menawarkan keindahan panorama dan aktivitas rekreasi. Keberadaannya harus memberikan kontribusi nyata terhadap pemulihan dan perlindungan lingkungan.
“Wisata alam harus memiliki ruh konservasi. Artinya, pembangunan jangan sampai mengurangi fungsi ekologis kawasan. Justru keberadaan destinasi wisata harus menjadi instrumen untuk menjaga vegetasi, tata air, keanekaragaman hayati, serta keseimbangan lingkungan,” ujar H. Budiwanto, kemarin.

Politisi PKS ini menegaskan, kawasan Bogor dan Puncak mempunyai fungsi ekologis yang sangat penting. Karena itu, setiap pengembangan wisata perlu memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan, pengelolaan air, sampah, penghijauan, serta mitigasi terhadap potensi kerusakan alam.
Di sisi lain, ia berharap keberadaan EIGER Nature juga mampu menciptakan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelibatan warga tidak semestinya hanya sebatas tenaga kerja, tetapi perlu diperluas melalui kemitraan UMKM, penyediaan produk pangan lokal, kerajinan, jasa transportasi, penginapan, pemandu wisata, hingga produk pertanian masyarakat.
“Konservasi dan ekonomi tidak harus dipertentangkan. Justru konsep idealnya adalah alam tetap terjaga, sementara masyarakat di sekitarnya semakin sejahtera. Ketika masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari kelestarian alam, mereka juga akan memiliki kepentingan yang kuat untuk ikut menjaganya,” kata legislator dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) tersebut.
Ia melihat konsep tersebut dapat menjadi bagian dari arah pengembangan ekowisata Jawa Barat, yaitu pariwisata yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas lingkungan dan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Ukuran keberhasilan wisata alam bukan hanya berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa jauh kawasan tersebut mampu mempertahankan fungsi ekologinya dan seberapa besar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Ia menambahkan, EIGER Nature dapat membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah, masyarakat desa, pelaku UMKM, kelompok tani, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kalau tiga aspek ini berjalan bersama konservasi terjaga, ekologi semakin baik, dan ekonomi masyarakat tumbuh, maka EIGER Nature bisa menjadi salah satu contoh pengembangan wisata alam berkelanjutan di Jawa Barat,” pungkasnya. (red).




