Ketua DPC MOI Karawang, Latifudin Manaf.

KARAWANG-Ketua DPC Media Online Indonesia (MOI) Karawang, Latifudin Manaf, mengecam pernyataan Kadisdik Karawang, Asep Junaedi, dengan kata ‘licik’ diduga terhadap media yang kerap memberitakan sekolah ambruk di media online Medime beberapa waktu lalu.

“Saya kecam penggunaan diksi licik yang dilontarkan Kadisdik Karawang, yang diduga ditujukan kepada media,” kata Latifudin, Selasa (19/10/2021).

Menurut Latifudin, sebagai pemangku kebijakan tertinggi di Disdikpora semestinya beliau menggunakan diksi yang elegan.

“Kalau yang dimaksud beliau adalah pemberitaan harus berimbang ya pakai diksi yang sopan dan elegan. Diksi licik itu konotasinya negatif, kami gak terima degan diksi licik bila dilontarkan untuk kami selaku insan pers,” ujarnya.

Latifudin menjelaskan, kalau keberatan dengan konten media, sebaiknya Kadisdik menggunakan hak jawab atau hak koreksi terhadap pemberitaan, bukan dengan melontarkan diksi licik yang akan menimbulkan persoalan baru.

“Kami akan mendesak Kadisdik dicopot oleh Bupati,” tegasnya.

Di tempat berbeda, Pimpinan Redaksi Mediame, Amirulloh Abdul Aziz menyayangkan jawaban Kadisdik, yang kembali dilontarkan di salah satu media online, yang mengatakan kata ‘licik’ bukan konsumsi pemberitaan.

Ia datang kesana memang untuk mengkonfirmasi atas pemberitaan yang sebelumnya dimuat di Mediame, itu pertemuan resmi untuk konfirmasi, direkam pula, rekamannya ada, dan  dirasa Kadisdik Asep juga sadar, beliau mengatakan itu meski sifatnya guyon (bercanda).

“Akan tetapi jika dia mengatakan, itu bukan untuk konsumsi pemberitaan, saya rasa pertemuan itu sudah jelas sifatnya konfirmasi”, pungkasnya. (den/red).