KARAWANG-Peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S) menjadi momentum untuk mengenang salah satu babak kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia sekaligus mengajak generasi muda memahami sejarah bangsa secara lebih kritis dan bertanggung jawab.
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menilai sejarah tidak seharusnya hanya diperingati sebagai agenda tahunan. Berbagai peristiwa masa lalu perlu dipelajari agar generasi penerus memahami perjalanan bangsa serta mengambil pelajaran untuk menjaga persatuan dan kehidupan demokrasi.
“Sejarah harus menjadi pelajaran bagi generasi muda. Kita tidak boleh melupakan perjalanan bangsa, tetapi juga harus mampu mengambil hikmah agar berbagai konflik dan perpecahan tidak kembali terjadi,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Arus informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi serta memahami konteks sejarah secara utuh.
Ia mendorong pendidikan sejarah di sekolah maupun lingkungan masyarakat terus diperkuat dengan pendekatan yang mendorong sikap kritis. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mempelajari berbagai sumber sejarah sehingga tidak mudah terjebak pada informasi yang tidak terverifikasi.
“Anak-anak muda harus dibekali kemampuan berpikir kritis. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa mengetahui sumber dan konteksnya,” katanya.
Selain memahami sejarah, ia menilai nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong dan kecintaan terhadap bangsa perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokratis. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat.
Momentum peringatan G30S juga dinilai dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila, konstitusi dan persatuan Indonesia.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikan sejarah sebagai bahan pembelajaran. Generasi muda harus mengetahui sejarah bangsanya, memahami nilai persatuan, dan bersama-sama membangun masa depan Indonesia,” pungkasnya. (red).




