KARAWANG-Sejumlah pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Karawang mengaku prihatin atas kejelasan pengelolaan dana iuran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang dinilai terkatung-katung.
Mereka menilai kondisi tersebut mencederai rasa keadilan, terutama bagi para pensiunan yang selama ini aktif rutin membayar iuran.
Dana iuran KORPRI yang selama bertahun-tahun dipotong dari penghasilan mereka, tak kunjung diberikan setelah memasuki masa pensiun.
Ironisnya, sebagian pensiunan mengaku telah menunggu berbulan-bulan, bahkan ada yang hingga bertahun-tahun, tanpa kejelasan waktu pencairan. Hanya janji janji angin surga yang mereka dapatkan tanpa ada realisasi hingga saat ini.
Berbagai upaya pun sudah ditempuh para pensiunan ASN, mulai dari audiensi dengan pengurus Korpri Karawang, Rapat dengar pendapat dengan DPRD hingga beberapa kali aksi unjuk rasa, namun semua itu belum menemui titik terang.
Salah satu pensiunan ASN Karawang, Avhe Maman mengatakan, pihaknya kini hanya menuntut tiga hal: transparansi, kepastian waktu pencairan, dan tanggung jawab pemerintah daerah, jangan hanya janji janji manis saja.
“Jika tidak segera diselesaikan, persoalan ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam tata kelola organisasi ASN di daerah serta mencederai rasa keadilan bagi mereka yang telah puluhan tahun mengabdi,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Avhe menyampaikan, hari ini pihaknya mendatangi Kantor Inspektorat Karawang, dimana Kepala Inspektoratnya merupakan Ketua Korpri Karawang.
“Kami datang untuk mempertanyakan kepastian pencairan dana pensiunan, kami menuntut sebelum lebaran dana tersebut sudah bisa di bagikan kepada semua pensiunan ASN Karawang,” pungkasnya. (red).
Sumber : Nuansametro.com





