PURWAKARTA-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sri Rahayu Agustina melakukan Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 15 tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Desa Cikubamanah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Minggu (16/3/2025).
Legislator asal Daerah Pemilihan X Jawa Barat (Karawang-Purwakarta) dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) berdialog dengan para pelaku UMKM wilayah setempat. Sejumlah produk UMKM disampaikan para peserta.
Ada produk UMKM yang menarik perhatian Emak Sri, sapaan akrabnya, yakni produk UMKM Kerupuk Pete atau dalam bahasa Sunda peuteuy.
Emak Sri cukup terkejut dengan produk tersebut, lantaran selama ini dirinya belum pernah menemukan kerupuk peuteuy ini di pasar.
Karena unik dan menarik, Emak Sri langsung mempromosikan kerupuk Peuteuy itu di media sosial dan media massa. Namun, yang menjadi kendala produksi UMKM masyarakat tersebut belum sampai ke pasar. Penjualan selama ini baru melalui online dan wilayah terdekat.
“Kerupuk Peuteuy saya baru tahu loh, kan biasanya ada Kerupuk Jengkol ya. Itu di pasar sudah banyak. Tapi Kerupuk Peuteuy ini baru saya tahu sekarang,” kata Emak Sri.
Emak Sri yakin kerupuk Peuteuy miliki peluang bisnis yang baik karena unik dan berbeda dengan daerah lain. Bahkan, bisa berkembang pesat ke luar daerah.
“Bisa jadi oleh-oleh khas Purwakarta atau musim lebaran jadi parsel. Karena ini unik, pemerintah harus mendorong pengembangan UMKM di Purwakarta. Apalagi harga terjangkau cuma Rp10 ribu,” ujarnya .
Selain Kerupuk Peuteuy, abon Jantung Pisang juga terbilang unik. Sebab, jarang di pasar menemukan hal itu. Namun, dibalik keunikan ada kendala produksinya yaitu bahan olahan.
“Kita bisa bermitra dengan semua pihak dan melihatkan masyarakat untuk bahan baku produksi. Jadi semua terlihat dalam pengembangan UMKM,” tandasnya. (lex/red).





