KARAWANG-Belum ada satu bulan resmi dibuka, Theatre Night Mart (TNM) terancam ditutup. Pasalnya, ada temuan mengejutkan ketika Komisi I DPRD Karawang bersama OPD dan MUI lakukan sidak ke lokasi TNM.
Tempat yang diklaim sebagai restoran itu suasana di dalamnya lebih mirip diskotik ketimbang tempat makan keluarga.
Sidak dilakukan Kamis malam (16/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB oleh Komisi 1 DPRD Karawang, Satpol PP, DPMPTSP, MUI, hingga ormas Islam. Begitu masuk ke lokasi, rombongan langsung “disuguhi” pemandangan tak biasa.
Alih-alih meja makan santai, yang terlihat justru lampu remang-remang, meja DJ, dan panggung live music—ciri khas tempat hiburan malam.
Temuan ini langsung memicu reaksi keras, terutama dari perwakilan ormas Islam. Mereka menilai konsep TNM tidak sesuai dengan izin yang terdaftar dalam sistem OSS (Online Single Submission), yang menyebutkan tempat tersebut adalah restoran.
“Kita minta tutup sekarang juga. Ini jelas tidak sesuai izin, terkesan mengelabui,” tegas salah satu perwakilan di lokasi.
Suasana sempat memanas. Perdebatan terjadi antara ormas, DPRD, dan Satpol PP di dalam area TNM.
Ketua Komisi 1 DPRD Karawang, Saepudin Zuhri, tak menampik adanya ketidaksesuaian tersebut. Namun, ia menegaskan penutupan tidak bisa dilakukan spontan di tempat.
“Secara aturan memang seharusnya ditutup dulu sambil menunggu perizinannya diperbaiki,” ujarnya.
Pihaknya akan mengirimkan rekomendasi resmi penutupan kepada Ketua DPRD dan Satpol PP sebagai dasar tindakan.
Ia juga menilai bangunan tersebut tidak layak disebut restoran.
“Secara fungsi dan kondisi, ini tidak sesuai,” tambahnya.
Dari sisi penegakan aturan, Satpol PP Karawang menyatakan siap bertindak. Namun, mereka tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Kabid PPUD Satpol PP, Da Prasetya Wirabrata, menjelaskan langkah pertama adalah koordinasi dengan pimpinan.
“Kami harus minta arahan Kasatpol PP. Semua ada mekanismenya,” jelasnya.
MUI Angkat Suara
Wakil Sekretaris MUI Karawang, H. Yayan Sofyan, menilai TNM sudah jelas mengarah ke tempat hiburan malam.
“Ada DJ, lampu remang-remang. Ini bukan restoran,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran soal potensi dampak negatif.
“Tempat seperti ini rawan penyalahgunaan narkoba dan miras. Itu yang kami khawatirkan,” pungkasnya. (red).





