Dianggap Kontroversial Soal ‘Lingkaran’, Ini Penjelasan Kabid SDA Aries

Kabid SDA Dinas PUPR Karawang Aries Purwanto.

KARAWANG-Pernyataan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang Aries Purwanto dalam suatu media online yang menyebutkan ada ‘lingkaran’ dalam dugaan jual beli proyek di Dinas PUPR memantik kritikan sejumlah pihak.

Direktur Ghazali Center (GC) Lili Ghazali bahkan mendesak agar Aries buka-bukaan apa yang dimaksud dengan ‘lingkaran’ dalam pernyataannya.

Bacaan Lainnya

““Apa yang dimaksud dengan untuk memenuhi lingkaran? Apakah itu untuk memenuhi KKN atau apa, mesti diperjelas dan jika itu adalah sebuah perbuatan melanggar hukum seharusnya Kabid SDA membukanya sehingga menjadi perbaikan kedepan,” kata Lili kepada delik.co.id, Kamis (30/10/2025) siang.

Menanggapi kontroversial tersebut, Aries angkat bicara memberikan penjelasan apa yang dimaksud dengan kata ‘lingkaran’.

Menurutnya, lingkaran yang dimaksud adalah konsep atau sistem pentahelix, dimana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan pembangunan di Kabupaten Karawang.

“Saya kan orang sistemik (akademisi)  jadi bicara lingkaran ya soal sistemik pentahelix. Jadi semua unsur pentahelix ya harus saling mensupport untuk pembangunan,” ujarnya kepada delik.co.id, Kamis (30/10/2025) petang.

Ia melanjutkan, jadi perlu dilakukan perbaikan menyeluruh apabila ingin hasil pekerjaan konstruksi dan pembangunan yang dilaksanakan maksimal. Perbaikan menyeluruh tadi diibaratkan lingkaran penta/hexsahelix jadi harus seluruh elemen yang harus melakukan perbaikan, mulai dari pemerintah, pihak pengusaha, akademisi, masyarakat/lembaga masyarakat, termasuk media massa.

“Kalau hanya parsial, hasilnya tidak akan bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Ia menampik arti ‘lingkaran’ adalah orang-orang lingkaran bupati, wakil bupati, sekda atau pejabat lainnya yang mendapatkan proyek.

“Lingkaran yang saya maksud tidak ada hubungannya dengan timses bupati dan wabup  atau pejabat lainnya,” ucapnya.

Namun ketika disinggung soal adanya jual-beli proyek di Bidang SDA, Aries seakan tidak memberikan penegasan bila bidang teknis yang dipimpinnya benar-benar bersih dari dugaan jual-beli paket proyek.

“Saya enggak tahu kalau ada kayak gitu, ya kalau pun ada kita akan perbaiki kedepannya,” tutupnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *