KARAWANG-Dugaan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Cigembol kembali memicu kemarahan masyarakat.
Karawang Monitoring Group (KMG) mendesak Bupati Karawang agar tidak bersikap pasif terhadap persoalan yang diduga melibatkan aktivitas industri ternama di Karawang.
KMG menyoroti dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan operasional PT Pindodeli 4. Mereka menilai kondisi air sungai yang berubah warna menjadi indikasi kuat adanya limbah yang dibuang tanpa pengelolaan optimal.
“Kami sangat geram. Ini bukan persoalan baru, tetapi terus berulang. Pemerintah daerah tidak boleh cuek,” tegas Ketua KMG, Imron Rosadi, dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
KMG secara tegas meminta Bupati Karawang untuk segera turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak), baik ke lokasi sungai maupun ke area operasional perusahaan yang diduga menjadi sumber pencemaran.
“Jangan hanya menunggu laporan. Harus ada tindakan nyata. Sidak langsung ke lokasi agar jelas apa yang terjadi,” lanjutnya.
Selain sidak, KMG juga mendesak agar dilakukan uji laboratorium independen terhadap kualitas air Sungai Cigembol guna memastikan tingkat pencemaran serta sumbernya. Jika terbukti ada pelanggaran, mereka meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas tanpa kompromi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan lingkungan di wilayah industri Karawang, yang selama ini kerap menjadi sorotan berbagai pihak. Masyarakat berharap ada langkah konkret dan transparan dari pemerintah untuk melindungi lingkungan dan kesehatan warga. (red).





