KARAWANG-Aktivis ’98, Arif Dianto, menegaskan bahwa pengusaha dan pekerja memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan nasional melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, serta pembayaran pajak yang menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara.
“Pengusaha dan pekerja setiap hari bekerja keras menggerakkan roda perekonomian. Mereka menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan kontribusi besar melalui pembayaran pajak yang menjadi modal pembangunan Indonesia,” ujar Arif di sela-sela kegiatan sosialnya, Karawang, Minggu (12/7/2026) sore.
Arif kemudian mempertanyakan sejauh mana pejabat negara telah memberikan keteladanan dalam menjalankan kewajiban dan amanahnya.
“Pejabat negara memperoleh gaji dan fasilitas yang bersumber dari uang rakyat. Karena itu, masyarakat berhak berharap agar mereka menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, termasuk kewajiban perpajakan apabila memang memiliki kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku, serta menjaga integritas dalam mengelola keuangan negara,” katanya.
Menurut Arif, kepercayaan publik akan semakin kuat apabila seluruh penyelenggara negara menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap hukum.
Ia juga menyoroti masih adanya oknum pejabat yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa tahun terakhir.
“Mengapa masih ada oknum pejabat yang tersangkut korupsi? Pertanyaan ini harus dijawab melalui evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, dan pembinaan integritas. Korupsi bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun sistem yang mampu mencegah penyalahgunaan kewenangan,” ungkap ketua umum Nasional Human Resource Institute (NHRI) ini.
Arif menambahkan, tindakan korupsi yang dilakukan oknum tidak boleh digeneralisasi kepada seluruh pejabat negara. Masih banyak aparatur dan pejabat yang menjalankan tugasnya secara profesional, jujur, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Indonesia membutuhkan pengusaha yang terus berinvestasi, pekerja yang produktif, dan pejabat negara yang bersih, berintegritas, serta mampu menjadi teladan. Ketiga unsur tersebut harus saling menguatkan demi terwujudnya pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia,” tutup Arif. (red).





