Dukung SDGs 17, Fakultas Farmasi UBP Karawang Tanam 250 Mangrove di Dusun Tangkolak Cilamaya Wetan

Penanaman bibit mangrove oleh Fakultas Farmasi UBP Karawang di Dusun Tangkolak Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang.

KARAWANG-Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menunjukkan komitmennya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-17 tentang kemitraan (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kerjasama, kemitraan lainnya inisiatif perguruan tinggi), melalui kegiatan penanaman sebanyak 250 bibit mangrove di Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UBP Karawang dalam mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Bacaan Lainnya

Penanaman mangrove tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan penanaman bibit mangrove dihadiri langsung oleh Rektor UBP Karawang Assoc. Prof. Dr. Budi Rismayadi, S.E., M.M., Dekan Fakultas Farmasi Dr. apt. Anggun Hari Kusumawati, M.Si., Wakil Rektor III Dr. apt. Dedy Frianto, S.Farm, M.M., M.Hum., Kaprodi Apoteker, Kaprodi Farmasi, dosen fakultas farmasi dan mahasiswa.

Rektor UBP Karawang Assoc. Prof. Dr. Budi Rismayadi, S.E., M.M.

Menurut Rektor UBP Karawang, tanaman mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, termasuk membantu mengurangi abrasi, menjadi habitat berbagai biota serta mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat SDGs ke-17, yakni memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. UBP Karawang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui sinergi dengan masyarakat, pemerintah, dunia usaha maupun lembaga lainnya.

“Penanaman 250 mangrove di Dusun Tangkolak diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama dalam merawat kawasan pesisir,” pesan Rektor.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya penghijauan dan rehabilitasi pesisir diharapkan mampu memberikan dampak ekologis sekaligus sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *