KARAWANG -Kiprah anggota BPD Desa Pucung periode 2026-2034, Nia Kurnia, dalam kehidupan organisasi dan pemberdayaan masyarakat bukanlah sesuatu yang baru.
Jauh sebelum terpilih sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pucung keterwakilan perempuan, Nia telah dikenal aktif dalam berbagai organisasi sejak usia remaja.
Pengalaman berorganisasi Nia diawali ketika dirinya aktif sebagai anggota Karang Taruna Bunga Pertiwi Desa Pucung pada 1997 hingga 2001. Dari organisasi kepemudaan tersebut, jiwa kepemimpinan dan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial masyarakat terus berkembang.
Karier organisasinya semakin matang ketika Nia dipercaya memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kotabaru. Ia terpilih sebagai ketua selama tiga periode berturut-turut, yakni periode 2009–2012, 2012–2015, dan 2015–2018.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Nia memiliki kemampuan dalam mengelola organisasi, membangun komunikasi, serta merangkul berbagai elemen kepemudaan dan masyarakat.
Seiring dengan keaktifannya di berbagai organisasi, Nia juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Pekerja Perempuan (LP3) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Purwakarta. Kiprahnya di organisasi pekerja tersebut semakin memperkaya pengalamannya dalam memahami persoalan ketenagakerjaan dan hubungan industrial.
Setelah menyelesaikan pengabdiannya di LP3 SPSI pada 2020, Nia mulai lebih serius berkecimpung di bidang ketenagakerjaan. Ia mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Optima Kompeten Indonesia, sebuah yayasan yang bergerak sebagai penyedia program pemagangan vokasi dalam negeri.
Program tersebut aktif dijalankan di salah satu perusahaan manufaktur di Kabupaten Karawang, sebagai bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi di dunia kerja.
Tidak hanya itu, Nia juga aktif berinteraksi dengan berbagai kalangan praktisi Human Resource (HR). Dalam sejumlah kesempatan, ia turut mendampingi suaminya, Arif Dianto, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Nasional Human Resource Institute (NHRI) dan Wakil Ketua KADIN Karawang.
Ibu satu anak ini kerap hadir dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia HRD, mulai dari seminar, sertifikasi, pelatihan, hingga kegiatan organisasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Interaksi tersebut membuat wawasan Nia mengenai dunia ketenagakerjaan, pengembangan kompetensi, dan SDM semakin luas.
Kini, perjalanan panjang tersebut memasuki babak baru. Pada 25 Agustus 2026, Nia Kurnia terpilih sebagai anggota BPD Desa Pucung keterwakilan perempuan periode 2026–2034 melalui proses pemilihan yang diselenggarakan di Aula Desa Pucung dengan suara tertinggi.
Terpilihnya Nia menjadi anggota BPD bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Dengan pengalaman panjang di bidang organisasi, kepemudaan, ketenagakerjaan, serta pemberdayaan masyarakat, Nia berharap dapat menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dengan niat ibadah, saya ingin menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari bahwa menjadi anggota BPD merupakan tanggung jawab kepada masyarakat, sehingga saya akan berusaha mendengar, menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Pucung sesuai dengan tugas dan kewenangan yang diberikan,” kata Nia di lokasi kegiatan uji kompetensi sertifikasi profesi skema manajemen SDM yang diselenggarakan oleh NHRI, Karawang, Sabtu (29/8/2026) pagi.
Bagi Nia, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk terus mengabdi. Pengalaman organisasi yang telah dilaluinya diharapkan dapat menjadi bekal untuk ikut membangun komunikasi dan sinergi yang baik antara BPD, Pemerintah Desa, serta seluruh masyarakat Desa Pucung.
Dengan masa pengabdian hingga 2034, Nia berharap dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam memastikan suara dan aspirasi perempuan mendapatkan ruang yang layak dalam proses pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa. (red).




