Proyek Rehabilitasi SDN Medangasem I Diduga Abaikan K3, Papan Informasi Proyek Tampak Butut

Tampak pekerja abaikan APD.

KARAWANG-Pelaksanaan proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Medangasem I, Desa Medangasem Kecamatan Jayakerta, kembali menjadi sorotan publik.

Selain aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang diduga belum diterapkan secara optimal, kondisi papan informasi proyek di lokasi juga memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi pada Minggu (30/8/2026), sejumlah pekerja terlihat tengah mengerjakan bagian rangka atap bangunan. Beberapa pekerja tampak berada di atas rangka baja ringan pada posisi ketinggian.

Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh, sejumlah pekerja tersebut tidak terlihat menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap, seperti helm keselamatan, sarung tangan, sepatu keselamatan (safety shoes), maupun alat pelindung diri (APD) lainnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan pada bagian atap memiliki risiko kecelakaan kerja, terutama risiko terjatuh dari ketinggian.

Penerapan K3 dalam pekerjaan konstruksi semestinya menjadi bagian penting yang wajib diperhatikan oleh pelaksana proyek. Penggunaan APD dan penerapan prosedur keselamatan kerja diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja.

Selain persoalan K3, aspek keterbukaan informasi proyek juga dipertanyakan.

Papan informasi proyek yang terpasang di lokasi terlihat dalam kondisi rusak dan berlubang. Padahal, papan informasi menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengetahui informasi dasar mengenai proyek pemerintah yang menggunakan anggaran publik.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek, pekerjaan rehabilitasi ruang kelas SDN Medangasem I memiliki nilai kontrak sebesar Rp340.589.000, bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026.

Adapun pelaksana pekerjaan yang tercantum pada papan informasi tersebut adalah CV AR PUTRA.

Kondisi papan informasi yang rusak tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pemeliharaan sarana informasi proyek serta pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.

Seorang pekerja saat ditanya mengenai pihak pelaksana atau pemborong proyek, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan.

“Saya tidak tahu. Dari awal juga belum pernah ke lokasi proyek, saya cuma disuruh kerja saja,” ujarnya.

Sebelumnya, ketika pekerjaan baru berjalan sekitar lima hari, papan informasi proyek juga disebut belum terlihat terpasang di lokasi.

Kini papan informasi telah terpasang, namun kondisinya terlihat rusak dan berlubang. Sementara aktivitas pekerjaan masih terus berlangsung, termasuk pekerjaan rangka atap yang dilakukan sejumlah pekerja di atas bangunan.

Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pihak pelaksana, pengawas pekerjaan, serta instansi terkait.

Pengawasan proyek pemerintah semestinya tidak hanya berfokus pada progres dan kualitas fisik bangunan, tetapi juga mencakup penerapan K3, penggunaan APD, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun pemborong belum memberikan keterangan terkait dugaan belum optimalnya penerapan K3, penggunaan APD pekerja, maupun kondisi papan informasi proyek yang terlihat rusak dan berlubang.

Jurnalis delik.co.id akan terus memantau pelaksanaan proyek rehabilitasi SDN Medangasem I, II, dan III, termasuk aspek keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, progres pembangunan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis dan RAB yang telah ditetapkan. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *