KARAWANG-Kali kedua, pernyataan H. Muhamad Toha Sugiarto yang mengaku sebagai Ketua Ormas Masyarakat Asli Madura (MADAS), kembali dikecam ‘sesepuh’ atau para tokoh Ormas/LSM di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Jumat (6/11/2026), bertempat di salah satu cafe di Karawang, sekitar 26 ketua Ormas/LSM di Karawang menyikapi dugaan narasi provokatif yang disampaikan H. Toha melalui video yang beredar di media sosial.
Ketua Umum BARAK Indonesia, H. Sutedjo MS menyampaikan, persoalan ini berawal saat lembaganya akan melakukan aksi demonstrasi di salah satu perusahaan di kawasan industri pada Rabu (4/11/2026). Massa aksi yang belum tiba di lokasi, tiba-tiba sudah ditunggu oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Ormas MADAS yang dipimpin H. Toha.
Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan (bentrokan, red), massa aksi akhirnya ‘balik kanan’ atas permintaan dari pihak kepolisian.
“BARAK tidak pengecut, kami hanya menghargai pihak kepolisian. Karena saat dalam perjalanan aksi demonstrasi, kami dicegat Dalmas diminta untuk balik kanan. Tapi kami pastikan aksi tetap akan kami gelar di kemudian hari,” tutur Sutedjo.
H. Toha Pernah Dilaporkan ke Polresta Karawang
Ketua Umum DPP LSM Laskar NKRI, H. ME. Suparno menegaskan, bahwa ini bukan persoalan Ormas/LSM dengan warga Madura di Karawang. Melainkan persoalan dengan oknum MADAS, yaitu H. Muhamad Toha Sugiarto.
“Kita banyak kerja sama dengan orang Madura selama ini tidak pernah ada persoalan. Tapi semenjak muncul H. Toha selalu muncul dugaan narasi-narasi provokatif yang membuat situasi memanas,” tuturnya.
Disampaikan H. ME. Suparno, ini merupakan persoalan kedua kalinya. Yaitu dimana pada 5 Oktober 2024 lalu, pihaknya telah melaporkan H. Toha ke Mapolresta Karawang, atas dugaan provokasi dan ancaman dengan pernyataan ‘akan meminum darah H. ME. Suparno’ yang videonya juga beredar di media sosial.
“Sodara Toha ini pernah kami laporkan pada tahun 2024. Ini sudah kedua kalinya dan tidak bisa dibiarkan. Karenanya kami 26 Ormas/LSM di Karawang akan menuntun kepada APH (Aparat Penegak Hukum) untuk segera memproses laporan tersebut,” tegasnya.
“Dan satu hal, kami dengan temen-temen Madura tidak pernah ada masalah. Tapi dengan Toha, itu menjadi catatan sendiri bagi dia. Maka akan kami lawan,” timpal H. ME. Suparno.
Ormas/LSM Karawang akan Aksi Besar-besaran
Di kesempatan yang sama, Ketua MADA Laskar Merah Putih (LMP) Jawa Barat, Awandi Siroj kembali menegaskan bahwa ini merupakan persoalan dengan oknum MADAS, yaitu H. Toha.
“Maka dengan ini Abah dan temen-temen Ormas/LSM di Karawang akan melakukan aksi untuk menyikapi ini. Dan menyatakan perlawanan kepada Toha
Ormas MADAS Belum Terdaftar di Kesbangpol Karawang
Di kesempatan yang sama, Katim Ormas Kesbangpol Pemda Karawang, Aep Saepudin menyampaikan, bahwa sampai saat ini Ormas MADAS belum tercatat di Kesbangpol Karawang.
“Bahwa organisasi MADAS yang dimaksud belum tercatat di Badan Kesatuan Bangsa Politik di Karawang,” ungkapnya.
Sementara untuk Ormas yang sudah tercatat, Aep menyampaikan bahwa semua telah melaksanakan kondusivitas wilayah dan ketertiban, baik itu tertib secara administrasi maupun aktivitas.
“Sehingga output-nya jelas bahwa Ormas di Karawang memiliki cita-cita luhur ingin memajukan pembangunan di Karawang,” tandasnya. (red).





