Sekolah Ambruk, Komisi IV DPRD Karawang Kritik Keras Disdikpora

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Karawang, Asep Ibe.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Asep Ibe.

KARAWANG-Ambruknya ruang kelas 2 di SDN Bayur Kidul 1 Cilamaya Kulon ketika simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) baru dimulai memicu reaksi sejumlah pihak.

Tak terkecuali Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang yang membidangi pendidikan mengkritik keras Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Karawang yang dianggap lalai mendata sekolah rusak berat yang di antaranya berujung ambruk.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syarifudin, mendesak Disdikpora Kabupaten Karawang untuk mengecek setiap sekolahan yang rusak agar siswa dapat belajar dengan baik.

Politikus Golkar ini pun meminta Pemkab Karawang segera memperbaiki sekolah-sekolah yang sudah tidak layak, apalagi sampai ambruk.

“Kami minta Disdikpora Karawang segera mendata dan memperbaiki sekolah yang sudah tidak layak, apalagi sampai ambruk seperti ini, sehingga pada pelaksanaan sekolah tatap muka tidak ada lagi kejadian seperti ini,” kata Asep Ibe, sapaan akrabnya kepada delik.co.id, Rabu (13/10/2021).

Baca juga : PGRI Karawang Desak Pemkab Segera Tangani Sekolah Ambruk

Ibe pun sangat menyayangkan atas kondisi SDN Bayur Kidul di dua ruangan kelas yang ambruk. Jangan sampai pada saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka ada kejadian seperti ini.

“Saya minta Disdikpora Kabupaten Karawang mengecek kondisi fisik semua bangunan sekolah. Untungnya anak-anak tidak sedang belajar ketika gedung ambruk, coba kalau mereka sedang belajaŕ, ngeri sekali ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, kejadian ruang kelas di SDN Bayur Kidul 1 ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak, utamanya Pemkab Karawang.

“Atap ruangan kelas ini sampai ambruk mungkin karena selama tiga semester tidak dipakai untuk belajar, sehingga tidak ada pengawasan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia meminta kepada Pemkab Karawang untuk segera merespon dan membangun ruangan yang ambruk dan rusak parah di SDN Bayur Kidul 1.

“Kami bberharap di APBD tahun anggaran 2022 pemerintah daerah harus memprioritaskan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasaran pendidikan seperti ruang kelas supaya proses pembelajaran dapat berjalan optimal,” pungkasnya. (iki/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar