KARAWANG-Diduga pupuk SP-36 palsu beredar di pasaran, membuat petani di sejumlah wilayah Karawang Selatan merasa resah dan dirugikan.
Pupuk yang dicurigai tersebut memiliki kemasan menyerupai produk resmi, namun kualitasnya dipertanyakan karena tidak memberikan hasil optimal pada tanaman.
Seorang petani, Budi (bukan nama sebenarnya) mengeluhkan pupuk SP-36 yang dibelinya tidak membuat tanamannya tumbuh sesuai yang diharapkan. Bahkan, sebagian lahan pertanian dilaporkan mengalami penurunan hasil. Kondisi ini memicu kekhawatiran petani, mengingat pupuk merupakan faktor penting dalam keberhasilan musim tanam.
“Saya sudah meminta rekan untuk cek kandungan pupuk tersebut laboratorium untuk mengetahui apakah kandungannya sesuai yang tertera dikemasan karung atau tidak,” ucapnya.
Atas kejadian ini, ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat apabila hasil laboratorium sudah kelar. Mereka berharap ada pengawasan ketat agar peredaran pupuk palsu dapat dihentikan dan petani tidak terus dirugikan.
Ia juga mengimbau rekan sesama petani agar lebih teliti dalam membeli pupuk, memastikan keaslian produk, serta melaporkan jika menemukan indikasi pupuk palsu di lapangan. (red).





