KARAWANG-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Karawang, H. Sopian, bersama jajarannya mengunjungi Pondok Pesantren (ponpes) Mandala Khoer Rengasdengklok, Rabu (8/10/2025).
Kunjungan tersebut sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memberikan dukungan moral dan semangat kepada 52 santri yang sedang menimba ilmu di sana.
H. Sopian menegaskan, kehadirannya bukan sekadar kunjungan silaturahmi biasa, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap pesantren. Ia memberikan arahan dan dukungan moril kepada seluruh santri, terutama terkait peristiwa yang sempat terjadi sebelumnya di lingkungan pesantren.
“Kejadian kemarin menjadi pelajaran berharga. Saya hadir langsung sebagai bentuk cinta, dukungan, dan perhatian dari Kementerian Agama. Jangan sampai hal ini mematahkan semangat kalian,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh santri untuk kembali semangat menuntut ilmu dan menjaga marwah pondok pesantren sebagai mercusuar peradaban.
“Kalian beruntung punya kiai yang peduli. Kalian diantar ke sekolah, dijemput, dan dibimbing. Saya minta mulai hari ini, semua kembali tersenyum, belajar dengan semangat dan tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif dari luar. Ini adalah ujian,” imbuhnya.
Tempat yang sama, Kasi PD Pontren, H. Dadang Hamidi, turut memberikan motivasi agar para santri tidak ragu bermimpi besar. Ia mencontohkan perjuangan ulama besar seperti Imam Syafi’i yang menempuh ribuan kilometer demi menuntut ilmu, sembari menanamkan pentingnya kejujuran, ketekunan, dan menjauhi maksiat sebagai syarat keberkahan ilmu.
“Ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat. Maka jaga kejujuran, hormati guru, dan ikhlas dalam belajar dan mengamalkannya,” pesannya.
Kasubbag TU, H. Yakub Lubis, menyampaikan bahwa para santri adalah generasi emas 2045 yang sedang digembleng menjadi insan berakhlakul karimah. Ia juga mengapresiasi pilihan para orang tua menitipkan anaknya di pesantren sebagai investasi akhirat dan kebanggaan bangsa, negara dan agama.
“Kalian adalah ibarat tunas pohon kurma yang tumbuh di padang pasir. Di luar sana banyak anak seusia kalian sibuk dengan gadget, tapi kalian memilih untuk menuntut ilmu di pesantren. Ini adalah proses membentuk pemimpin bangsa yang berakhlakul karimah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, masyarakat, lembaga, serta bangsa dan negara.
Sementara itu, Pimpinan pondok, H. Iskandar Sulaeman, menyambut hangat rombongan dan mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Kankemenag. Ia juga menegaskan bahwa pesantren yang dirintis sejak 2017 tersebut telah berkembang pesat dan bercita-cita mencetak pemimpin masa depan yang muttaqin dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan agama.
“Dalam perjalanannya, pesantren ini telah mencetak 20 hafiz dan membuka program SMP berbasis tahfiz. Meski keterbatasan sarana, santri tetap dibina untuk menghafal Al-quran dan mendapat pembekalan dasar agama, dengan rencana melanjutkan ke madrasah formal seperti MAN dan sekolah lainnya,” terang H. Iskandar.
Ia juga melaporkan bahwa saat ini terdapat enam alumni santri yang sedang dibantu melanjutkan kuliah di beberapa perguruan tinggi seperti Unsika, UNU, STIT Rakeyan Santang, dan BSI. Berkat hafalan Al-quran, mereka mendapat keringanan UKT dukungan pendidikan lanjutan bagi santri, di antaranya membantu alumni kuliah di Unsika, UNU, dan STIT Rakeyan Santang.
Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Al Muawanah, H. Deni Firman Nurhakim, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kepala Kankemenag dan rombongan.
“Ini menjadi penyemangat baru bagi kami. Tidak boleh ada pihak manapun yang menghalangi cita-cita santri menjadi insan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Semoga kehadiran ini membawa keberkahan bagi pesantren dan lingkungan Yayasan Al-Muawanah,” pungkasnya. (red).





