BANDUNG-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., MM, mendorong pelaku UMKM di Jawa Barat untuk mengadopsi prinsip ekonomi hijau berbasis ekonomi sirkular sebagai strategi masa depan yang bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga menguntungkan secara bisnis.
Menurut H. Budiwanto, ekonomi sirkular menekankan pada pengurangan limbah, penggunaan kembali bahan, serta optimalisasi sumber daya lokal agar lebih efisien dan bernilai tambah.
“Ekonomi hijau bukan sekadar isu lingkungan. Ini adalah peluang bisnis baru. UMKM yang mampu mengelola limbah menjadi produk bernilai, memanfaatkan bahan baku lokal, dan membangun rantai pasok berkelanjutan justru akan lebih kuat dan efisien,” ujar H. Budiwanto, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan, Jawa Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang bisa diintegrasikan dengan UMKM berbasis ekonomi sirkular. Limbah pertanian bisa diolah menjadi pupuk organik, pakan ternak, energi alternatif, atau produk turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomi.
Ajak Investor Gandeng Petani sebagai Plasma
Lebih jauh, ia mengajak para pelaku usaha dan investor untuk tidak ragu menanamkan modalnya pada model bisnis yang menggandeng petani sebagai plasma. Pola kemitraan ini dinilai mampu menciptakan hubungan yang saling menguatkan antara pemilik modal dan petani sebagai produsen bahan baku.
“Ketika pengusaha menggandeng petani sebagai plasma, maka yang dibangun bukan hanya bisnis, tapi ekosistem. Ada kepastian pasokan bahan baku, ada jaminan pasar bagi petani, dan ada keberlanjutan usaha bagi investor,” jelasnya.
Ia menyebut, model kemitraan tersebut mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata. Para petani tidak lagi berjalan sendiri menghadapi fluktuasi harga dan keterbatasan akses pasar. Sebaliknya, mereka menjadi bagian dari rantai produksi yang terstruktur dan berkelanjutan.
H. Budiwanto juga menekankan bahwa tren global saat ini mengarah pada produk-produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsumen semakin peduli terhadap asal-usul produk dan dampaknya terhadap lingkungan.
“Ini momentum. Dunia bergerak ke arah green economy. Jika pelaku UMKM dan investor Jawa Barat berani mengambil langkah sekarang, maka kita tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga membangun warisan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas petani dapat bersinergi membangun model ekonomi hijau yang terintegrasi, sehingga Jawa Barat tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pusat produksi berbasis keberlanjutan.
“Investasi terbaik hari ini adalah investasi yang memberi dampak jangka panjang, untuk keuntungan usaha, untuk kesejahteraan petani, dan untuk masa depan lingkungan kita,” pungkasnya. (red).





