Semarak Rangkaian HAB ke-80 Kemenag RI, 30 Grup Ramaikan Festival Qasidah Rebana, Seni Budaya Islam Kembali Bangkit

KARAWANG-Menyambut Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Republik Indonesia ( IPARI ) Kabupaten Karawang  bersinergi dengan Kemenag Karawang dan DPD LASQI Nusantara Jaya Karawang menyelenggarakan Festival Qasidah Rebana tingkat Kabupaten Karawang yang digelar selama dua hari, Senin-Selasa (1-2/12/2025), di Atrium Mall Karawang Central Plaza.

Ajang seni bernuansa islami ini menjadi momentum kebangkitan kembali budaya qasidah yang kini diminati berbagai kalangan, mulai dari majelis taklim hingga komunitas pemuda.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 30 grup turut berpartisipasi dalam festival ini, terdiri dari 13 grup pada hari pertama dan 17 grup pada hari kedua, dengan total 324 peserta dari seluruh Kabupaten Karawang. Antusiasme ini menunjukkan bahwa seni budaya Islam terus hidup dan mendapat tempat di masyarakat.

Ketua Pelaksana, Eli Solihat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung keberlangsungan kegiatan ini.

“Alhamdulillah antusiasme peserta sangat luar biasa. Total ada 324 peserta dari Majelis Taklim perwakilan kecamatan se-Kabupaten Karawang. Terima kasih kepada Kantor Kemenag Karawang dan DPD LASSQI atas masukan serta kolaborasi yang sangat baik, serta terima kasih para donator dan sponsor sehingga festival ini bisa terselenggara dengan sukses,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, H. Sopian, turut memberikan sambutan yang penuh keharuan. Ia mengungkapkan bahwa kebangkitan seni qasidah merupakan salah satu cita-cita lama sejak periode awal kepemimpinannya di Kemenag.

“Saya sangat terharu. Dulu pada periode pertama saya punya program bagaimana menghidupkan kembali seni budaya Islam yang hampir punah dan kalah oleh seni modern. Saat itu saya ingin ada lomba qasidah tradisional, dan Alhamdulillah hari ini hidup kembali,” ungkapnya.

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80, H. Sopian menegaskan bahwa festival qasidah harus menjadi agenda tahunan.

“Bukan hanya hari ini. Tahun depan kegiatan ini harus ada lagi. Kita harus menghidupkan kembali seni budaya Islam, menghidupkan kembali majelis taklim, dan membuat anak muda kembali senang terhadap seni budaya Islam. Siapa lagi kalau bukan kita, Kemenag, dan para penyuluh,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan Trophy dan hadiah pembinaan bagi para pemenang, yaitu juara 1 : Rp5.000.000, juara 2 : Rp4.000.000 dan  juara 3 : Rp3.000.000 sedangkan tiga juara harapan masing-masing harapan 1 sebesar Rp1.500.000, harapan 2 sebesar Rp1.250.00 dan harapan 3 sebesar Rp1.000.000.

Menutup sambutannya, H. Sopian memberikan dukungan penuh bagi para pelaku seni qasidah di Karawang.

“Tugas ini saya percayakan kepada para penyuluh untuk terus membina dan mengembangkan seni budaya Islam di masyarakat,”tandasnya.

Festival Qasidah Rebana ini penilaiannya sepenuhnya dipercayakan kepada dewan juri dari DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Karawang. Dan  diharapkan menjadi ruang kreasi dan ekspresi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya Islam yang ramah, indah dan penuh nilai dakwah. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *