KARAWANG-Molornya perbaikan jembatan Cicangor di Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan dikeluhkan sejumlah pihak termasuk di kalangan aktivis Karawang. Padahal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM telah berkoar di media sosial bahwa pembangunan jembatan Bailey (jembatan sementara) akan rampung dalam tempo dua pekan paska amblasnya jembatan Cicangor pada Senin (3/3/2025) silam.
Menanggapi itu, Aktivis Karawang Tatang Obet terang-terangan meminta KDM apabila tidak mampu membuat jembatan Bailey untuk menghubungkan jalan provinsi di Desa Tamansari maka lebih baik serahkan saja kepada Pemerintahan Kabupaten Karawang.
“Kekecewaan masyarakat Karawang Selatan (Karsel) atas janji KDM yang diucapkan lewat medsos sebulan lalu, bahwa dalam kurun waktu dua minggu jembatan sementara sudah bisa digunakan sebelum Hari Raya Idulfitri (Lebaran), ternyata fakta di lapangan yang diucapkan dan dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak kunjung selesai dan akhirnya berujung minta maaf,” cetus Tatang Obet dengan nada kecewa kepada delik.co.id, Jumat (11/4/2025) siang.
Dirinya sebagai masyarakat Karawang di wilayah Utara (Pantura) menyampaikan rasa bangga kepada masyarakat Karsel yang dengan sigap secara swadaya menghimpun dana puluhan juta rupiah kemudian bergotong-royong membuat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sementara dari bahan material kayu dan bambu sehingga bisa dilintasi kendaraan roda dua. Hal itu, dilakukan warga Karsel tanpa gembar-gembor di medsos.
“Bisa dibayangkan kalau tidak ada JPO, kami yakin masyarakat Karsel dengan berpendapatan menengah ke bawah yang berpenduduk 70 ribuan jiwa lebih di kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru, perekonomiannya akan sangat terpuruk akibat sarana transportasinya terputus,” ujarnya.
Ia sebenarnya mengaku bangga dengan gebrakan seratus hari program Gubernur Jawa Barat yang sering disiarkan melalui medsos seperti Tiktok, Instagram dan Youtube. Namun pihaknya mengaku sangat kecewa saat menyaksikan di dalam dunia nyata.
“Fakta di lapangan sangat berbeda, nyatanya KDM kurang peduli dan perhatian kepada masyarakat di Karawang Selatan. Padahal warga di dua kecamatan itu penduduknya sangat banyak, kurang lebih 70 ribuan jiwa,” sebut Tatang Obet.
Ia meyakini seandainya pembangunan jembatan sementara Bailey yang dikerjakan Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Jawa Barat berhasil tepat waktu, selanjutnya perbaikan pondasi jembatan penghubung jalan provinsi juga selesai dalam waktu cepat. Hal ini, menjadi menjadi sebuah prestasi luar biasa.
“Misalnya, keberhasilan penanganan jembatan penghubung jalan provinsi ini mau digelar syukuran, semua warga Karawang Selatan diundang, pasti mereka akan berbondong-bondong hadir. Selanjutnya acara syukuran (gunting pita) yang dipimpin KDM dibuat konten dan disebar melalui media sosial, baik di Tiktok, Instagram, dan Youtube, Insyaallah banyak yang like, coment dan bisa menambah follower. Itu baru hebat dan Jawa Barat Istimewa,” tandas Tatang Obet. (red).





