KARAWANG-Berbagai problematika pertanian masih menjadi keluhan utama para petani di Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Hal ini terungkap saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, S.Si, M.M., menerima aspirasi dari puluhan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah tersebut, Sabtu (26/4/2025).
Dalam pertemuan itu, para petani menyampaikan dua persoalan besar yang mereka hadapi, kesulitan air untuk pertanian dan minimnya ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan). Persoalan air kian pelik, karena di musim hujan lahan pertanian mereka kerap kebanjiran, sementara saat kemarau justru mengalami kekeringan parah.
“Kondisi ini disebabkan tidak adanya konservasi serapan air serta kerusakan infrastruktur saluran irigasi. Banyak jaringan irigasi mengalami sedimentasi dan pendangkalan,” ungkap salah satu perwakilan Gapoktan.
Menanggapi keluhan tersebut, H. Budiwanto berjanji akan memperjuangkan aspirasi para petani ini kepada pemerintah daerah Kabupaten Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR RI.
“Masalah air dan alsintan adalah persoalan mendasar yang tidak boleh dibiarkan. Pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat harus turun tangan sesuai kewenangannya masing-masing. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Ia meyakini, apabila kolaborasi lintas pemerintah dapat terwujud dengan baik, maka persoalan pertanian di Karawang bagian selatan bisa segera diatasi.
“Saya optimistis, dengan kolaborasi yang solid, kita mampu menyelesaikan persoalan ini. Ketahanan pangan nasional berawal dari kesiapan petani kita di daerah,” tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan H. Budiwanto saat kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kewirausahaan Daerah. Dalam kegiatan tersebut, H. Budiwanto juga mendorong petani untuk terus meningkatkan kemandirian usaha tani mereka seiring dengan upaya perbaikan infrastruktur dan penyediaan alsintan.
Masukan dan harapan dari para petani ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah Tegalwaru dan Pangkalan. (red).




