Bikin Gaduh Gegara Dituding Sebut Orang Karawang ‘Enggak Pintar-Pintar’, HRD PT FCC Indonesia Minta Maaf dan Siap Dipanggil Polisi

Oktav (tengah) saat berikan klarifikasi dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

KARAWANG-Oktav Ardiasyah, Manager  HRD/GA PT FCC Indonesia menyampaikan permohonan maafnya kepada publik Karawang usai cuplikan video pernyataannya yang dituding telah melecehkan warga Karawang.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul  di antara warga Karawang akibat beredarnya cuplikan video pernyataan saya yang diambil di luar kontek sebenarnya,” kata Oktav dalam klarifikasinya di hadapan sejumlah awak media di Kafa Lapak Ngopi dengan didampingi Kadus Khairani dan Ketua Karawang Taruna Desa Wadas Pupu, Kamis (24/7/2025) sore.

Bacaan Lainnya

Ia berdalih bahwa dirinya tidak pernah sekalipun menyampaikan pernyataan yang bersifat mendeskreditkan warga Karawang.

“Pada saat saya menjelaskan (waktu klarifikasi di Disnaker), saya kan posisinya HRD Manajer PT FCC Indonesia, saya menjelaskan dalam konteks FCC Indonesia saja, saya tidak bicara untuk seluruh area besar, yang waktu itu kami hadapi seperti itu,” ucapnya.

Ia melanjutkan, kalau misalnya kemarin ada jawaban, bila ada yang tes nilai matematikanya dibawah 60 itu sulit untuk mengajarinya dan kalau nila tesnya di atas 60 itu lebih mudah diajari.

“Jadi saya tidak bicara warga se-Karawang, tapi saya bicara untuk orang yang ikut ujian dan ini fakta yang ada di internal, saya tidak berbicara untuk yang lain. Jadi konteksnya untuk internal FCC saja, orang-orang yang ikut ujian waktu itu,” ungkapnya.

Ia menegaskan pernyataan bahwa berbunyi ‘di internal perusahaan kami ada yang berbicara orang Karawang itu susah diajarin dan enggak pintar-pintar’ itu artinya bukan dirinya yang mengatakan demikian.

“Tapi setelah saya buktikan dengan tes di daerah lain, nilai rata-rata tesnya sama saja antara satu daerah (Karawang) dengan daerah lain. Misal di Karawang hasil rata-rata tesnya 20 persen, di Bandung sama juga 20 persen, jadi ya sama saja,” bebernya.

Ketika disinggung dirinya dilaporkan ke Polres Karawang  dengan tuduhan telah melecehkan dan rasis, sebagai warga negara yang taat dengan konstitusi Oktav mengaku siap memberikan penjelasan jika dipanggil oleh pihak Polres Karawang. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *