Bikin Haru, Arif Dianto Mundur dari Pencalonan Ketua KADIN Karawang Demi Keluarga dan Kebersamaan Organisasi

Arif Dianto mundur nyalon Ketua KADIN Karawang.

KARAWANG– Suasana haru menyelimuti jalannya Musyawarah Kabupaten (Mukab) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Karawang saat salah satu calon ketua, Arif Dianto, menyatakan mundur dari pencalonan.

Keputusan tersebut tidak terlepas dari pertimbangan keluarga. Melalui pernyataan yang disampaikan oleh sang istri, keluarga menyampaikan bahwa Arif Dianto tidak memberikan restu untuk melanjutkan kompetisi dalam Mukab KADIN VIII Karawang.

Bacaan Lainnya

Hal ini didasari oleh padatnya aktivitas dan tanggung jawab yang saat ini diemban, mulai dari mengelola perusahaan, aktivitas organisasi di Nasional Human Resources Institute (NHRI), hingga berbagai kegiatan profesional lainnya yang menjadi rutinitas kesehariannya.

Selain faktor kesibukan, pertimbangan lain yang menjadi dasar keputusan ini adalah hubungan personal dan profesional yang erat dengan kandidat lainnya, Rafiudin Firdaus.

Arif menyampaikan bahwa Rafiudin bukan hanya sekadar kompetitor, melainkan sahabat baik sekaligus rekan bisnis yang selama ini dikenal memiliki komitmen tinggi dalam setiap kemitraan.

“Beliau adalah sosok yang saya kenal betul integritas dan kapasitasnya. Saya meyakini Rafiudin Firdaus mampu membawa gerbong KADIN Karawang menjadi lebih maju, adaptif, serta menghadirkan warna perubahan yang lebih baik ke depan,” ungkap Arif di Ballroom Hotel Mercure, Rabu (15/4/2026).

Atas dasar pertimbangan tersebut, Arif Dianto menegaskan bahwa keputusan mundur diambil secara tulus, tanpa tekanan dari pihak manapun. Ia juga menyatakan komitmennya untuk tetap berkontribusi bagi kemajuan dunia usaha di Karawang melalui sinergi dan kemitraan ke depan.

“Saya memilih untuk melangkah bersama, bukan berhadap-hadapan. Ke depan, saya siap bermitra dan mendukung kepemimpinan Rafiudin Firdaus demi kemajuan KADIN Karawang yang kita cintai bersama,” tegasnya.

Keputusan ini diharapkan menjadi contoh kedewasaan dalam berorganisasi, di mana semangat kebersamaan, saling menghargai, dan tujuan besar organisasi tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan pribadi. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *