Didalami Soal Dugaan Ada Ulat di Buah Naga Menu MBG, Pengelola SPPG Sindangmulya dan Camat Pilih Bungkam

Diduga ada ulat di menu MBG.

KARAWANG-Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya, terus menjadi sorotan publik.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait setelah viral di media sosial dugaan ditemukannya ulat pada buah naga yang menjadi bagian dari menu makanan yang disajikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bacaan Lainnya

Pengelola dapur SPPG Sindangmulya bersama pihak unsur Muspika Kutawaluya hingga kini terkesan memilih bungkam saat dimintai tanggapan terkait isu tersebut, meskipun sorotan publik terus menguat.

Isu ini bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan dugaan adanya ulat atau belatung pada buah naga yang menjadi bagian dari menu MBG.

Video tersebut juga menampilkan aktivitas siswa SDN Sindangmulya 1 serta kegiatan di posyandu desa, dengan kondisi makanan yang diduga tidak layak konsumsi.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Kutawaluya, dr. Hasan Hariri, sebelumnya membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi dapur SPPG bersama unsur Muspika.

“Betul, kita bersama Muspika Kutawaluya sudah minta konfirmasinya ke dapur SPPG tersebut. Untuk hasil dan tindak lanjutnya, atas arahan Pak Camat, beliau yang akan Konfirmasi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Namun hingga Rabu (15/4/2026), Camat Kutawaluya, Karta Wijaya, belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi ulang terkait hasil inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG MBG di Sindangmulya, yang bersangkutan tidak merespon alias bungkam seribu bahasa meski nomor kontaknya dalam kondisi aktif.

Sementara itu, Triwahyuni yang disebut sebagai pengelola dapur SPPG MBG Sindangmulya dari Yayasan Cahaya Bintang Pertiwi juga belum memberikan penjelasan yang substansial. Saat dimintai tanggapan, ia hanya mengatakan bahwa beritanya sudah di take down sama yang memviralkan, katanya.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut terkait dugaan adanya ulat dalam buah naga yang ditemukan siswa, ia hanya menjawab secepatnya akan menghubungi jurnalis.

Sikap tertutup dari sejumlah pihak ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat persoalan ini berkaitan langsung dengan kualitas konsumsi anak-anak sekolah dan warga penerima manfaat program.

Hingga berita ini dilayangkankan, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur SPPG Sindangmulya, unsur Muspika Kutawaluya, serta Satgas MBG Kabupaten Karawang terkait dugaan makanan buah naga tidak layak konsumsi yang viral di media sosial. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *