KARAWANG-Mencuatnya kabar ihwal dugaan tipu gelap yang dilakukan oknum pengurus Forum Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (FPMI) Cabang Karawang, terhadap keluarga pekerja migran (PMI), kian memanas.
Usai Asep (Suami PMI yang tertipu) sampaikan keluhan raibnya uang sebesar Rp25 juta untuk kepulangan istrinya yang bekerja di Negeri Jiran kepada lembaga Badan Advokasi Indonesia (BAI) Karawang.
Sebelumnya seperti dikutip sejumlah media, Asep mengungkapkan kerugian dan merasa tertipu oleh oknum FPMI Karawang yang menjanjikan kepulangan istrinya di Malaysia.
Menanggapi persoalan yang hingga saat ini belum ada titik temu penyelesaian, Ketua BAI Karawang, H.Entang Sonjaya yang juga merupakan mantan Ketua FPMI Cabang Karawang akhirnya angkat bicara.
Kepada awak media, H.Entang mengungkapkan kecaman keras atas kejadian yang dinilai merusak Marwah organisasi yang pernah digawanginya tersebut.
“Sebagai salah seorang yang pernah berkecimpung dalam organisasi FPMI, kami merasa risih dengan ulah oknum yang bukannya membantu malah merugikan masyarakat tersebut,” ungkapnya,Kamis (14/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengurus pusat FPMI.
“Kami telah lakukan koordinasi dengan pengurus pusat FPMI, Ketua umum mendesak untuk melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwenang,” tegasnya.
Dalam penjelasannya pria yang dikenal sebagai pegiat sosial di Karawang itu memaparkan tentang aspek legal FPMI Cabang Karawang yang masih diragukan usai dirinya mundur.
“Saya gabung di FPMI cukup lama sekitar 8 tahun. Hingga tahun. Hingga tahun 2025 yang menyatakan mundur karena sudah dianggap tidak solid semenjak kepulangan Ketum (Almarhum). Saat ini ketua DPC Karawang kabarnya di pegang Nendi, namun belum jelas dimana kantornya dan legalitas di birokrasi (Kesbangpol) belum terdaftar” paparnya.
Diketahui sejauh ini persoalan dugaan tipu gelap oleh oknum FPMI Karawang tersebut,baru sebatas pernyataan pengembalian kerugian oleh terduga.
Sementara pihak BAI yang menerima keluhan atas kejadian tersebut segera akan melakukan pelaporan resmi ke Polres Karawang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini terbit tim redaksi masih terus berupaya meminta klarifikasi dari oknum terduga pelaku penipuan pekerja migran. (red).





