KARAWANG-Semangat membangun pendidikan Islam kembali ditunjukkan dengan dilaksanakannya kegiatan peletakan batu pertama pembangunan SMP Nurul Fikri Karawang yang berlokasi di Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, para guru, pengurus yayasan, wali murid, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Dapil Karawang–Purwakarta, H. Budiwanto, S.Si., M.M.
Dalam sambutan dan tausiyahnya di sela kegiatan peletakan batu pertama, H. Budiwanto menyampaikan bahwa pembangunan lembaga pendidikan tidak hanya membangun fisik sekolah semata, tetapi juga membangun peradaban dan menyiapkan generasi rabbani untuk masa depan umat dan bangsa.
Ia mengatakan, pendidikan ideal dapat mencontoh keteladanan keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam mendidik generasi yang bertauhid, berakhlak, dan taat kepada Allah SWT.
“Keluarga Nabi Ibrahim AS memberikan teladan luar biasa tentang bagaimana membangun generasi rabbani. Pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana menanamkan iman, akhlak, kesabaran, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Nabi Ibrahim AS menjadikan tauhid sebagai pondasi utama pendidikan keluarga. Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam Surat Ibrahim ayat 37 ketika Nabi Ibrahim berdoa agar keturunannya menjadi generasi yang mendirikan shalat dan dekat kepada Allah SWT.
Selain itu, H. Budiwanto juga menyinggung keteladanan Siti Hajar sebagai sosok ibu yang sabar, tangguh, dan penuh tawakal dalam mendidik anak di tengah berbagai keterbatasan.
“Pendidikan generasi unggul membutuhkan pengorbanan besar dari orang tua dan guru. Kesabaran, doa, keteladanan, dan perhatian menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak-anak kita,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan Nabi Ibrahim terlihat dari pribadi Nabi Ismail AS yang taat, hormat kepada orang tua, dan sabar menjalankan perintah Allah SWT.
Menurut mantan Ketua DPD PKS Karawang ini, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks dengan hadirnya pengaruh media sosial, pergaulan bebas, serta krisis adab di kalangan generasi muda. Karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang baik.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Rumah harus menjadi tempat pendidikan akhlak, sekolah menguatkan ilmu dan karakter, sedangkan masyarakat menjaga lingkungan yang baik. Jika semua bersinergi, insyaAllah akan lahir generasi rabbani yang cerdas akalnya, kuat imannya, dan mulia akhlaknya,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pembangunan SMP Nurul Fikri Karawang yang diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi Qurani dan pemimpin masa depan.
Ia berharap keberadaan sekolah tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami dan kepedulian sosial.
Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ditutup dengan doa bersama agar proses pembangunan SMP Nurul Fikri Karawang berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Karawang. (red).





