KARAWANG-Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang secara resmi memberangkatkan ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-9 Tahun 2026 untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di empat kabupaten.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Rektor UBP Karawang, Assocate. Prof. Dr. Budi Rismayadi, S.E., M.M., bersama jajaran pimpinan universitas dan Yayasan Buana Pangkal Perjuangan, dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat, Rabu (8/7/2026), di Kampus UBP Karawang.
KKN Ke-9 UBP Karawang tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan”.
KKN tersebut dilaksanakan mulai 8 Juli hingga 8 Agustus 2026 sebagai implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Mengawali sambutannya, Rektor UBP Karawang menyampaikan atas nama pimpinan universitas dirinya mengapresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karawang yang senantiasa memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa untuk memenuhi persyaratan akademik. Lebih dari itu, KKN merupakan ruang pembelajaran nyata, tempat mahasiswa mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengasah kepemimpinan, membangun empati sosial, serta belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung,” kata Rektor.
Ia menjelaskan, tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan,” merupakan tema yang sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Persoalan sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan telah menjadi isu lingkungan, kesehatan, ekonomi, bahkan perubahan iklim.
“Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan melalui edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat agar tercipta budaya pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rektor mengungkapkan, KKN tahun ini diikuti oleh 1.864 mahasiswa yang disebar ke empat kabupaten :
a. Karawang: 1320 (17 kecamatan 58 desa)
b. Purwakarta: 227 (4 kecamatan 10 desa)
c. Subang: 152 (2 kecamatan 7 desa)
d. Bekasi: 141 (2 kecamatan 6 desa)
e. RPL Psikologi: 24
Pemerintah Indonesia saat ini juga terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan, ekonomi sirkular, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mendukung agenda tersebut melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. KKN menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Universitas Buana Perjuangan Karawang dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Rektor berpesan agar mahasiswa yang melakukan KKN agar senantiasa membawa nama baik universitas.
“Hari ini saudara sekalian membawa nama baik Universitas Buana Perjuangan Karawang. Di lokasi pengabdian nanti, masyarakat tidak hanya melihat kemampuan akademik saudara, tetapi juga akan menilai sikap, etika, kedisiplinan, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama,” harapnya.
Rektor melanjutkan sejumlah pesannya kepada para mahasiswa peserta KKN, di antaranya . Pertama, jagalah nama baik almamater dengan menunjukkan perilaku yang santun, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kedua, bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat. Dengarkan kebutuhan mereka sebelum menawarkan program kerja.
Ketiga, jadilah mahasiswa yang mampu memberikan solusi, bukan menambah persoalan. Program kerja yang sederhana namun tepat sasaran akan jauh lebih bermakna daripada program yang besar tetapi tidak berkelanjutan.
Keempat, manfaatkan perkembangan teknologi digital secara bijaksana sebagai alat bantu dalam menyusun program, melakukan edukasi, mengolah data, maupun menyusun laporan, tanpa mengurangi interaksi langsung dengan masyarakat. Sentuhan kemanusiaan tetap menjadi inti dari pengabdian.
Kelima, utamakan keselamatan, kesehatan, dan kekompakan selama menjalankan seluruh rangkaian kegiatan KKN.
“Kepada Bapak dan Ibu Dosen Pendamping Lapangan, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi yang diberikan. Kehadiran Bapak dan Ibu bukan hanya sebagai pembimbing akademik, tetapi juga sebagai motivator, pengarah, sekaligus teladan bagi mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya. (red).





