Prihatin Atap Ruang Kelas SDN Cicinde Utara II Ambruk, H. Dimyati Siap Bantu Realisasikan Rehabilitasi

Anggota DPRD Kabupaten Karawang H. Mochamad Dimyati.

KARAWANG-Peristiwa ambruknya atap salah satu ruang kelas di SDN Cicinde Utara II Kecamatan Banyusari saat kegiatan kelulusan siswa menuai keprihatinan dari berbagai pihak.

Di antaranya datang dari seorang anggota DPRD Karawang H. Mochamad Dimyati yang menyatakan siap mendorong percepatan rehabilitasi ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang nyaris membahayakan keselamatan siswa, guru, dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, kejadian itu menjadi pengingat bahwa kondisi infrastruktur pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas. Saya sangat prihatin atas peristiwa ini dan siap membantu mengawal serta mendorong agar rehabilitasi ruang kelas SDN Cicinde Utara II segera dapat direalisasikan,” ujarnya kepada delik.co.id, Jumat (26/6/2026) siang sambil menegaskan dalam waktu dekat ia akan mengunjungi SDN Cicinde Utara II dan berkomunikasi dengan kepala sekolahnya.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, kerusakan bangunan sekolah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi membahayakan warga sekolah. Ia juga meminta dinas terkait segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap tingkat kerusakan bangunan sebagai dasar percepatan perbaikan.

Selain itu, ia berkomitmen akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dan dinas terkait agar kebutuhan anggaran rehabilitasi dapat diprioritaskan, baik melalui APBD maupun sumber pendanaan lain yang memungkinkan sesuai ketentuan.

“Kita ingin anak-anak belajar dengan tenang, nyaman, dan yang paling penting aman. Jangan sampai ada korban baru kemudian dilakukan perbaikan,” katanya.

Ia berharap kepada sejumlah kepala sekolah, baik tingkat SD dan SMP, yang berada di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Karawang V untuk intens komunukasi dengan dirinya apabila ada kerusakan ruang kelas yang perlu segera ditangani.

“Sejauh ini apabila ada kepala sekolah yang intens komunikasi dengan saya bila perlu rehabilitas kelas itu saya bantu dorong terealisasi seperti SMPN 1 Banyusari yang bulan depan mendapatkan bantuan Rp400 juta rehab kelas,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sedang maupun berat agar rehabilitasi dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *