KARAWANG-Proyek pembangunan turap saluran irigasi di Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, yang menggunakan anggaran duit rakyat kembali menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, meski pengerjaan proyek disebut sudah hampir rampung, papan informasi kegiatan diduga belum juga terpasang di lokasi.
Kondisi tersebut menjadi pertanyaan karena papan informasi proyek merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui identitas kegiatan, sumber anggaran, nilai kontrak, volume pekerjaan, hingga pihak pelaksana proyek.
Pantauan jurnalis delik.co.id saat kembali mendatangi lokasi, Kamis (13/8/2026), menunjukkan pekerjaan turap sudah mendekati tahap akhir. Namun, papan informasi proyek yang memuat rincian kegiatan belum terlihat terpasang di sekitar lokasi pekerjaan.
Tidak hanya persoalan keterbukaan informasi, hasil pekerjaan turap juga turut mendapat perhatian. Pada sejumlah bagian struktur turap, terlihat adanya rembesan air.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pembangunan, mengingat fungsi turap di antaranya untuk memperkuat tebing saluran dan membantu mencegah air melimpas ke badan jalan maupun area permukiman warga.
Seorang pekerja yang ditemui di lokasi membenarkan adanya rembesan tersebut. Ia berdalih, rembesan air berasal dari bagian bawah dan bukan dari sambungan pada pekerjaan turap yang baru.
“Rembesnya itu dari lubang bawah, bukan sambungan proyek baru. Itu rembes dari bawahnya,” katanya.
Saat ditanya mengenai tidak adanya papan informasi proyek sejak awal pekerjaan, pekerja itu juga membenarkan bahwa papan informasi memang tidak terpasang di lokasi.
Kondisi tersebut mendapat tanggapan dari warga setempat. JN, warga Medangasem, mengaku kecewa melihat hasil pekerjaan pembangunan turap yang menurutnya belum juga apa-apa tetapi sudah terlihat mengalami rembesan.
“Sangat kecewa. Belum juga apa-apa sudah terlihat rembes,” ungkap JN.
Warga berharap pihak pelaksana tidak mengabaikan kualitas pembangunan karena turap tersebut berkaitan dengan fungsi saluran irigasi dan kepentingan masyarakat. Terlebih, apabila struktur turap tidak mampu menahan air dengan baik, dikhawatirkan air kembali melimpas ke jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya keterbukaan mengenai proyek tersebut, termasuk sumber anggaran, nilai pekerjaan, volume, serta pihak yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pelaksana proyek, PJT II Rengasdengklok, maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai tidak adanya papan informasi proyek serta dugaan rembesan pada bangunan turap saluran irigasi di Desa Medangasem. (man/red).





