Viral di Medsos, Air Sungai Citarum di Sekitar Jembatan Bojong Tampak Menghitam

Air Sungai Citarum tampak menghitam

KARAWANG-Sebuah video yang memperlihatkan kondisi aliran Sungai Citarum dengan air tampak berwarna gelap kehitaman viral di media sosial.

Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi sungai di sekitar Jembatan Bojong, wilayah perbatasan Karawang-Bekasi, pada Jumat (25/9/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam video yang beredar, terlihat seorang warga berada di atas perahu kecil di tengah aliran Sungai Citarum. Di sekitar perahu, permukaan air tampak berwarna gelap. Sejumlah eceng gondok juga terlihat mengapung di permukaan sungai.

Dalam keterangan unggahan video yang beredar di media sosial disebutkan, “Izin melaporkan di hari Jumat tanggal 25 September 2026 air kali Citarum menghitam dan banyak ikan mabuk.” Lokasi dalam unggahan tersebut disebut berada di sekitar Jembatan Bojong.

Kondisi air yang tampak menghitam itu kemudian memunculkan kekhawatiran warga serta dugaan adanya pencemaran di aliran Sungai Citarum, termasuk kemungkinan masuknya limbah ke sungai.

Namun, hingga saat ini penyebab perubahan warna air tersebut belum dapat dipastikan. Kondisi yang terlihat dalam rekaman video maupun informasi mengenai adanya ikan yang disebut “mabuk” belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa perubahan warna air disebabkan oleh limbah tertentu.

Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan langsung di lokasi serta pengambilan dan pengujian sampel air oleh instansi yang berwenang. Hasil uji laboratorium diperlukan untuk mengetahui kondisi dan kandungan air serta memastikan ada atau tidaknya indikasi pencemaran.

Munculnya video tersebut menjadi perhatian karena Sungai Citarum merupakan salah satu sungai penting yang melintasi sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk kawasan Karawang dan Bekasi.

Sementara itu Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang Luki Mantera Dwi Putra Romly menjelaskan, berdasarkan informasi dari PJT II di Bendungan Walahar tadi Pagi sedang ada bukaan untuk melepaskan sedimentasi dasar yang terendap. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *