DLH Karawang Kebut Penataan Taman Ade Irma, Percantik Ruang Terbuka Hijau Kota

Sejumlah Pekerja sedang kebut penataan Taman Ade Irma.

KARAWANG– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang terus mengebut penataan Taman Ade Irma. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperindah kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Penataan Taman Ade Irma menjadi perhatian dalam upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, bersih, dan asri. Keberadaan taman di tengah kota tidak hanya berfungsi sebagai elemen penghijauan, tetapi juga menjadi ruang publik yang memiliki nilai estetika dan ekologis.

Bacaan Lainnya

DLH Kabupaten Karawang bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) memonitoring progres pembangunan taman yang saat ini telah mencapai 20 hingga 30 persen.

Pembangunan Taman Ade Irma Suryani dilakukan melalui kolaborasi pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Skema ini menjadi bentuk sinergi pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung penataan fasilitas publik di Karawang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati (PPKH) DLH Karawang, Agus Mustaqin, mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan perkembangan pengerjaan di lima segmen taman berjalan sesuai perencanaan.

“Hari ini kami bersama Baperida tengah melakukan monitoring dan evaluasi Taman Ade Irma yang memiliki lima segmen pengerjaan,” ujarnya, Selasa (29/9/2026) dilansir dari karawangbekasi.disway.id.

Ia menjelaskan, Segmen A telah dibangun pada akhir 2025. Saat ini, DLH Karawang tengah memproses pembangunan Segmen B, sedangkan pengerjaan Segmen C, D, dan E dilaksanakan melalui dukungan CSR perusahaan swasta.

Untuk Segmen C, dukungan CSR berasal dari PT Pindo Deli. Segmen D didukung Resinda dan PT BMJ, sedangkan Segmen E menjadi bagian dari kontribusi Agung Podomoro.

“Untuk Segmen C merupakan CSR dari PT Pindo Deli, Segmen D didanai oleh Resinda dan PT BMJ, sementara Segmen E dari Agung Podomoro. Jadi, pelaksanaan pembangunan fisik dan penganggarannya dialokasikan langsung oleh pihak perusahaan,” jelasnya.

Agus menyebutkan, progres pengerjaan fisik saat ini berada di kisaran 20 hingga 30 persen. Pekerjaan yang dimulai pada pekan pertama September tersebut masih difokuskan pada pembersihan sisa puing dan penataan lahan sebagai tahapan awal pembangunan.

“Minggu pertama kemarin kami fokuskan untuk land clearing. Nanti menjelang pembangunan jalur KRL, kami juga berencana menanam pohon bambu di sepanjang area sebagai pembatas,” tambahnya.

DLH Karawang juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan lain melalui program CSR untuk mendukung penyempurnaan penataan taman. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas publik yang tertata dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Taman Ade Irma ini merupakan milik seluruh warga Karawang. Kami masih menunggu arahan teknis selanjutnya dari Baperida. Harapannya, setelah seluruh pengerjaan selesai, taman ini dapat menjadi ruang terbuka hijau sekaligus tempat berkumpul yang nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *