KARAWANG– Krisis daya tampung pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan.
Disdikbud Karawang lalu ‘melempar’ solusinya untuk dilimpahkan ke Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) bagi 10 ribu lulusan SD yang tidak tertampung di SMP
Karawang Minitoring Group (KMG) menyebut sekitar 10 ribu lulusan Sekolah Dasar (SD) berpotensi tidak tertampung di sekolah formal pada tahun ajaran baru apabila pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah konkret.
Ketua KMG, Imron Rosadi, mengatakan persoalan tersebut bukan sekadar persoalan tahunan, melainkan telah menjadi “bom waktu” yang dapat berdampak pada meningkatnya angka anak putus sekolah.
“Kalau persoalan ini tidak segera diselesaikan, ribuan lulusan SD berisiko kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan formal. Ini adalah bom waktu yang harus segera ditangani,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut KMG, salah satu opsi yang selama ini sering disampaikan, yakni mengarahkan siswa ke PKBM, bukan merupakan solusi yang memadai.
KMG menilai kapasitas PKBM di Karawang tidak akan mampu menampung ribuan calon peserta didik yang tidak diterima di SMP negeri dan SMP swasta.
“Ya logikanya jumlah PKBM di Karawang itu paling banyak ada 60, jadi rasionya dari 10 ribu siswa per PKBM harus nampung sekitar 166 siswa? Justru ini akan menambah masalah baru, melebihi kapasitas PKBM,” tegas Imron.
KMG juga mengkritik pengelolaan sektor pendidikan oleh Disdikbud Kabupaten Karawang. Menurut organisasi tersebut, persoalan kekurangan daya tampung seharusnya sudah dapat dipetakan sejak beberapa tahun terakhir melalui perencanaan yang matang.
“Kami menilai pengelolaan pendidikan di Karawang masih amburadul. Setiap tahun persoalan yang sama terus berulang tanpa solusi yang benar-benar menyentuh akar masalah,” pungkasnya.
Terpisah, Kadisdikbud Karawang Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya sudah bermusyawarah dengan pihak forum pengelola sekolah swasta.
“Kita sedang menyusun press rilisnya by data, tadi pagi sudah kita bicarakan dengan forum sekolah swasta untuk mendata ketersediaan daya tampung (siswa baru) di sekolah swasta,” ujarnya.
Namun Wawan belum menjawab ketika ditanya perihal kemungkinan daya tampung PKBM menerima siswa baru dari lulusan SD yang mencapai sekitar 10 ribu tidak tertampung. (man/red).





