Soroti Keterbukaan Proses Seleksi, PERADI Karawang Desak Pansel Publikasi Nama Calon Direksi Petrogas

Ketua PERADI Karawang Asep Agustian, S.H., M.H.

KARAWANG-Kekosongan Direksi PD Petrogas Persada Karawang paska dijebloskannya eks Dirut Petrogas Giovani Bintang Rahardjo ke dalam jeruji besi dengan vonis empat tahun karena lakukan tindak pidana korupsi, mendorong Pemkab Karawang menggelar seleksi terbuka pendaftaran direksi.

Kabar terakhir, panitia seleksi (Pansel) telah menjaring 22 calon direktur utama untuk kemudian diikutsertakan dalam uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di Universitas Indonesia.

Bacaan Lainnya

Namun hingga kini Pansel belum mempublikasikan  nama-nama pendaftar ke publik

Menyikapi hal itu, PERADI Karawang mendesak Pansel Direksi PD Petrogas Persada Karawang untuk membuka dan mempublikasikan data para calon direksi yang mengikuti proses seleksi.

Langkah tersebut dinilai penting guna menjamin transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen pimpinan badan usaha milik daerah tersebut.

“Ini kok Pansel tidak membuka data pendaftar kepada publik, ini ada apa? Seharusnya ketika pansel membuka woro-woro (pengumuman), harusnya diikuti publikasi juga data para pendaftar supaya publik mengetahui dan menilai mereka,” kata Ketua PERADI Karawang Asep Agustian kepada delik.co.id, Sabtu (30/5/2026).

“Kalau memang pernah dipublikasikan data pendaftar, maka di media mana pernah dipublis?” sambungnya.

Askun, sapaan akrabnya, mengatakan, publik berhak mengetahui rekam jejak, kompetensi, serta latar belakang para kandidat yang akan memimpin perusahaan daerah strategis di sektor migas tersebut. Keterbukaan informasi dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan proses seleksi berlangsung objektif dan bebas dari kepentingan tertentu.

“Publikasi ini penting ditakutkan ada di antara mereka ada yang tersangkut hukum, bila tersangkut hukum sudah berapa lamakah? Atau memang mereka memenuhi syarat semua? Kan kita mau cari orang (direksi) yang betul-betul profesional dan proporsional yang mengerti dengan tatanan Petrogas,” ungkapnya.

Askun tidak mempermasalahkan dari perguruan tinggi mana saja yang jadi lokasi UKK.

“Sekalipun mau diuji oleh UI, UNPAD, UNSIKA, UBP atau universitas lainnya silakan saja, tapi mana nama pesertanya? Kenapa sih Pansel terkesan menutup-nutupi, saya enggak tahu siapa saja sih panselnya, bikin woro-woro seleksi pendaftaran tapi enggak dipublikasikan siapa saja mereka yang daftar,” tegasnya.

Menurutnya, Petrogas itu seksi karena akan mengelola uang cukup besar yakni Rp101 miliar lebih. Ia menyarankan kepada Bupati Karawang bila nanti sudah terpilih direksi Petrogas agar uang sebesar Rp101 miliar itu ditarik dulu ke kas Pemkab Karawang, tidak diberikan semua pengelolaan uang sebesar itu ke direksi terpilih, karena khawatir ada penyelewengan kembali.

“Jangan berikan semua Rp101 miliar ke direksi terpilih, bisa gunakan sebagian kas Petrogas untuk kegiatan insfrastruktur karena kan selama ini Pemkab Karawang kekurangan uang sehingga ada efisiensi,” tutupnya.

PERADI Karawang berharap Pansel segera menyampaikan informasi yang lebih terbuka terkait identitas, kualifikasi, serta hasil penilaian para peserta seleksi. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut mengawasi proses pemilihan direksi dan memastikan figur yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas untuk memperbaiki kinerja serta tata kelola PD Petrogas Persada Karawang.(red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *