KARAWANG-Bakal Calon Kepala Desa Bengle, Satya Anggara alias Doddy, menegaskan komitmennya untuk menghentikan Program iuran rumah tangga desa (IRTD) yang selama ini dipungut setiap tahun dari masyarakat.
Menurutnya, pembangunan desa tidak boleh bergantung pada pungutan rutin warga, melainkan harus didorong melalui tata kelola pemerintahan yang transparan dan kolaboratif.
Komitmen tersebut diperkuat dengan kiprah Satya yang pada periode 2026–2031 dipercaya sebagai Komite Tetap (Komtap) Pariwisata dan Digitalisasi Desa KADIN Karawang. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk membuka akses kolaborasi dan investasi bagi kemajuan Desa Bengle.
“Kepercayaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk langsung gaspoll remblong membawa konsep Pentahelix ke Desa Bengle. Potensi desa harus dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Dengan begitu, pembangunan tidak lagi bertumpu pada pungutan masyarakat,” ujarnya kemarin.
Ia menegaskan, apabila di kemudian hari ada lingkungan yang secara sukarela tetap menjalankan program untuk kebutuhan lingkungannya masing-masing, maka seluruh dana yang terkumpul wajib digunakan 100 persen untuk kepentingan lingkungan, tanpa potongan maupun pembagian kepada Pemerintah Desa.
“Kalau memang warga sepakat mengumpulkan dana untuk kepentingan lingkungan, silakan. Tetapi uang itu harus kembali sepenuhnya kepada lingkungan. Tidak boleh ada potongan sedikit pun,” tegasnya.
Menurut Doddy, melalui jaringan yang dimiliki di KADIN Karawang, Desa Bengle memiliki peluang lebih besar untuk membangun kemitraan dengan dunia usaha, membuka akses program CSR, mempercepat digitalisasi pelayanan desa, mengembangkan sektor pariwisata, serta mendorong tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif.
“Bengle harus naik kelas. Pemerintah desa harus aktif mencari peluang, bukan menunggu. Saya ingin membawa semangat Bengle Era Baru, yaitu desa yang transparan, inovatif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Doddy. (red).





