SPMB 2026 Harus Jadi Momentum Mewujudkan Pendidikan yang Adil dan Berkualitas di Jawa Barat

Anggota Komisi II DPRD Jabar, H. Budiwanto, S.Si., M.M.

KARAWANG-Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Jawa Barat mulai memasuki tahapan penting. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan telah menerapkan sejumlah pembaruan sistem, termasuk pemetaan calon murid baru sebelum proses pendaftaran utama berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS Dapil Jabar X (Karawang–Purwakarta), H. Budiwanto, S.Si., M.M., menyampaikan bahwa SPMB harus menjadi instrumen untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih adil, transparan, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut H. Budiwanto, setiap tahun proses penerimaan peserta didik selalu menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut masa depan generasi muda. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh tahapan berjalan secara objektif dan dapat diakses oleh semua kalangan.

“SPMB bukan sekadar proses administrasi penerimaan siswa baru, tetapi merupakan pintu awal dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat ke depan. Karena itu prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas harus benar-benar dijaga,” ujar H. Budiwanto, kepada delik.co.id, Sabtu (30/5/2026) sore.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melakukan pemetaan calon murid baru melalui sistem digital untuk memberikan gambaran peluang penerimaan kepada para siswa sebelum proses seleksi utama dilaksanakan.

Langkah ini dinilai dapat membantu masyarakat menentukan pilihan sekolah secara lebih rasional dan terukur.

Namun demikian, Budiwanto mengingatkan agar kesiapan infrastruktur teknologi informasi dan pelayanan di lapangan menjadi perhatian serius. Jangan sampai terjadi kendala teknis yang dapat merugikan calon peserta didik maupun orang tua.

“Sistem yang baik harus didukung server yang kuat, informasi yang mudah dipahami masyarakat, serta layanan pengaduan yang responsif. Jangan sampai masyarakat kebingungan karena kurangnya sosialisasi atau gangguan sistem,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dari Karawang dan Purwakarta, Budiwanto juga menyoroti pentingnya pemerataan kualitas pendidikan antarwilayah.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu menunjukkan masih adanya kesenjangan kualitas yang perlu terus diperbaiki.

“Ke depan kita tidak hanya fokus pada proses penerimaannya, tetapi juga bagaimana kualitas sekolah-sekolah negeri maupun swasta dapat semakin merata. Dengan demikian masyarakat memiliki banyak pilihan sekolah yang berkualitas di daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi anak-anak selama proses SPMB berlangsung, mulai dari menyiapkan dokumen, memahami jalur pendaftaran, hingga memberikan dukungan moral kepada putra-putrinya.

“Yang terpenting adalah memilih sekolah yang sesuai dengan potensi dan minat anak. Jangan hanya berorientasi pada sekolah favorit, tetapi juga memperhatikan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan karakter, kompetensi, dan masa depan anak,” tuturnya.

Mantan Ketua DPD PKS Karawang ini berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar dan menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pendidikan Jawa Barat yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. Ia meyakini bahwa investasi terbaik bagi daerah adalah investasi pada pendidikan generasi muda.

“Masa depan Jawa Barat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini. Karena itu kita semua harus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang terbaik dan setara,” pungkasnya. (red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *