Tragis! Remaja 14 Tahun Warga Tunggakjati Diduga Tenggelam di Sungai Citarum, Pencarian Dilanjutkan Esok Pagi

Foto ilustrasi

KARAWANG-Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan diduga tenggelam saat berenang di aliran Sungai Citarum, Kampung Wanasepi, RT 01/RW 10, Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan laporan kejadian yang diterima, korban diketahui bernama Sadan (14), warga Gang Puskesmas, RT 02/RW 10, Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat.

Bacaan Lainnya

Camat Karawang Barat Agus Somantri memberikan keterangan kepada delik.co.id terkait peristiwa tragis tersebut.

Menurutnya, sebelum kejadian korban sedang berenang bersama sejumlah temannya di Sungai Citarum. Namun saat asyik berenang, korban diduga mengalami kelelahan hingga akhirnya hilang dari permukaan air dan diduga tenggelam.

Dua orang saksi yang berada di lokasi kejadian, yakni Sean dan Khairu Anam, yang merupakan teman korban, turut memberikan keterangan kepada petugas.

Menerima laporan tersebut, unsur pemerintah setempat bersama tim gabungan langsung melakukan asesmen ke lokasi. Camat Karawang Barat, Agus Somantri, bersama Lurah Tunggakjati dan anggota Satpol PP Kecamatan Karawang Barat turut mendatangi lokasi untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian.

“Hingga Selasa petang sekitar pukul 17.55 WIB, korban masih belum ditemukan. Proses pencarian dihentikan sementara karena kondisi mulai gelap dan akan dilanjutkan pada Rabu (8/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB oleh tim BASARNAS, BPBD, serta para relawan penyelamat (rescue),” ujar Camat.

Lokasi kejadian berada di aliran Sungai Citarum, Kampung Wanasepi, RT 01/RW 10, Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat, dengan titik koordinat 6°14’11.706″ LS dan 107°16’20.04″ BT.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di lokasi yang memiliki arus deras maupun  kedalaman yang berpotensi membahayakan keselamatan. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *