Diduga Tak Sesuai RAB dan Spesifikasi, Proyek P3-TGAI Rp195 Juta di Desa Jayakerta Terlihat Amblas

Proyek P3-TGAI di Desa Jayakerta diduga dikerjakan asal jadi.

KARAWANG-Pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) berupa peningkatan jaringan irigasi di Desa Jayakerta Kecamatan Jayakerta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan Rp195 juta tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Berdasarkan hasil pantauan jurnalis delik.co.id di lokasi pada Kamis (16/7/2026), sebagian bangunan pasangan batu belah yang telah selesai dikerjakan terlihat dalam kondisi miring. Selain itu, susunan batu dinilai kurang rapi dan terdapat bagian konstruksi yang diduga mengalami penurunan (amblas).

Dari hasil pengamatan di lapangan juga terlihat sebagian pasangan batu diduga bertumpu di atas galengan sawah penuh lumpur tanpa dikeringkan terlebih dahulu. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan konstruksi dan berpotensi mempercepat kerusakan bangunan apabila tidak segera dilakukan perbaikan.

Selain itu, kualitas adukan semen dan pasir pada beberapa bagian bangunan juga menjadi perhatian. Permukaan pasangan batu tampak rapuh dan mudah terkelupas, sehingga memunculkan dugaan bahwa mutu campuran material tidak sesuai dengan standar pekerjaan konstruksi.

Salah seorang pekerja yang mengaku bernama Alim mengatakan dirinya hanya bekerja sebagai tukang dan bukan berasal dari Desa Jayakerta.

“Saya dari Gulampok, kalau keneknya orang sini. Upah kerja Rp150 ribu per hari kotor. Pekerjaan baru sekitar 10 hari. Kalau volumenya tinggi sekitar 80 sentimeter, panjang kanan kiri sekitar 280 meter. Kalau pengurus KSB P3A saya belum tahu, yang sering datang ke lokasi ada Pak Riri,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kondisi bangunan yang terlihat miring, Alim mengakui hal tersebut terjadi karena kondisi lokasi pekerjaan.

“Iya, cuma di atas saja. Kalau di bawahnya dipapras galengannya. Itu terlihat miring karena amblas akibat kondisi lokasi,” katanya.

Sementara itu, upaya konfirmasi siapa nama pengurus Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) P3A Mitra Cai Tirta Makmur belum membuahkan hasil. Mimin, staf Desa Jayakerta, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan alias bungkam seribu bahasa terkait susunan pengurus KSB maupun pelaksanaan proyek tersebut.

Hal serupa juga terjadi saat Amad, selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Jayakerta, dimintai keterangan mengenai pengurus KSB P3A Mitra Cai Tirta Makmur. Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum sama juga memberikan jawaban.

Jurnalis delik.co.id masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pelaksana, pengurus KSB P3A Mitra Cai Tirta Makmur, serta instansi terkait guna mendapatkan penjelasan dan klarifikasi atas dugaan proyek pembangunan peningkatan jaringan irigasi P3-GTAI tersebut. (man/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *