Wow, Bendahara P3A Kalerjaya Berkoar Sebut Diduga PKB Terima Uang Aspirator P3-TGAI di Pencairan Tahap I

KARAWANG-Lagi dan lagi polemik kepengurusan Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) P3A Kalerjaya saling menutupi dan lempar tanggungjawab dalam pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, kembali menuai sorotan publik.

Perbedaan keterangan antar pengurus P3A Kalerjaya memunculkan dugaan karut-marut mengenai mekanisme pengelolaan dana program senilai Rp195 juta yang bersumber dari APBN tersebut.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Ketua P3A Kalerjaya, Karta, dan Sekretaris P3A, Oni, menyampaikan kepada jurnalis delik.co.id bahwa mereka mengaku tidak dilibatkan secara penuh dalam proses pengelolaan maupun pencairan dana proyek, meskipun nama keduanya tercantum dalam struktur kepengurusan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan.

Namun, keterangan tersebut berbeda dengan pengakuan Bendahara P3A Kalerjaya, Kaswa, saat ditemui di kediamannya, Selasa (14/7/2026).

Kaswa mengaku sebagai bendahara dirinya bersama kelompok kepengurusan KSB terlibat dalam pengelolaan anggaran proyek dan menjelaskan bahwa pencairan dana dilakukan dalam dua tahap.

Menurut Kaswa, pencairan tahap pertama sekitar Rp130 juta telah direalisasikan dan digunakan untuk pembelian material, pembayaran upah pekerja, serta kebutuhan pelaksanaan pekerjaan yang saat ini disebutnya pembangunan hampir rampung.

“Untuk pencairan tahap pertama kurang lebih Rp130 juta. Uangnya sudah habis dipakai untuk belanja material, membayar pekerja, dan pekerjaan sekarang hampir selesai,” ujarnya.

Kaswa juga menyampaikan adanya pengeluaran yang disebut sebagai dana untuk “aspirator partai”.

Menurut pengakuannya, dana tersebut telah ditransfer pada saat pencairan tahap pertama.

“Kalau untuk uang aspirator partai sudah beres, ditransfer saat pencairan tahap pertama. Soal nominalnya, Pak Oni selaku sekretaris dan Pak Karta sebagai ketua yang lebih mengetahui,” kata Kaswa.

Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan sebelumnya disampaikan Sekretaris P3A Kalerjaya, Oni. Saat dikonfirmasi kembali melalui pesan WhatsApp pada Rabu (15/7/2026), Oni tidak memberikan tanggapan lebih lanjut alias bungkam sejuta bahasa.

Sebelumnya, Oni yang mengaku selaku sekretaris P3A sekaligus merangkap menjabat Kepala Dusun Jatiboros II menjelaskan bahwa di Desa Kertajaya terdapat dua kegiatan P3-TGAI yang berasal dari aspirasi partai politik yang berbeda.

Menurutnya, proyek yang sedang berjalan merupakan aspirasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Terkait informasi adanya persentase dalam bantuan aspirasi, memang biasanya ada, tetapi saya belum mengetahui besarannya karena itu masih internal dan belum dimusyawarahkan,” kata Oni.

Sementara itu, Ketua P3A Kalerjaya, Karta, sebelumnya mengarahkan agar seluruh pertanyaan terkait pelaksanaan kegiatan disampaikan kepada Oni selaku sekretaris.

Perbedaan keterangan yang disampaikan oleh masing-masing pengurus tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengelolaan dana, pembagian tugas dalam kepengurusan, serta transparansi pelaksanaan Program P3-TGAI di Desa Kertajaya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Kepala Desa Kertajaya dan instansi terkait mengenai perbedaan keterangan yang disampaikan para pengurus P3A Kalerjaya tersebut.

Sementara itu Ketua DPC PKB Kabupaten Karawang, Rahmat Hidayat Djati, ketika dikonfirmasi terkait dugaan PKB Karawang terima transferan soal aspirasi P3-TGAI belum memberikan keterangan hingga berita ini terbit. (man/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *